Sabtu, 25 April 2026

Fasilitas Buruk, Smansa Adonara Tengah Butuh Bantuan Pemerintah

Lembaga SMAN 1 Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur memiliki fasilitas yang sangat memprihatinkan

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Humas Smansa Adonara Tengah
SMAN 1 Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur memiliki fasilitas yang sangat memprihatinkan. Sekolah ini memiliki tiga ruang kelas permanen, tiga ruang kelas darurat sejak tahun 2014, tiga ruang kelas lainnya menggunakan salah satu gedung milik Paroki Lite. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Lembaga SMAN 1 Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur memiliki fasilitas yang sangat memprihatinkan. Sekolah ini memiliki tiga ruang kelas permanen, tiga ruang kelas darurat sejak tahun 2014, tiga ruang kelas lainnya menggunakan salah satu gedung milik Paroki Lite.

Wakasek Kurikulum Thomas Ara Kian Boli mengungkapkan tidak adil bila di satu sisi ada persoalan mendasar seperti sarana dan prasarana masih belum memadai namun di sisi lain pemerintah sudah meminta semua sekolah harus mencapai standar penilaian nasional.

Prajurit TNI Lingkup Brigif 21/Komodo Ikuti Tes Urine

"Maka pada kesempatan ini saya meminta pemerintah untuk memperhatikan sarana dan prasarana untuk sekolah SMAN 1 Adonara Tengah," pintanya saat menghubungi POS- KUPANG.COM, Rabu (11/3/2020).

Permintaan ini, lanjutnya, sangat beralasan karena tugas untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa salah satunya adalah tugas dari pemerintah.

Buruh Demo di Kantor Gubernur DKI Anies Baswedan dan DPRD DKI, Ini Tuntutannya

Disebutkan, pemerintah harus menyadari bahwa anak anak di sekolah tersebut merupakan bagian dari investasi masa depan sebuah bangsa.

Mereka juga kelak akan berpartisipasi dalam membangun negeri dan daerah.

Sementara itu, dalam keterangan pers yang diterima, DPRD Flotim melalui Wakil Ketua Komisi C Muhidin Demon Sabon mendesak Pemda Flotim dan Pemprov NTT memberi perhatian lebih pada fasilitas SMAN Adonara Tengah.

Pernyataan ini disampaikan ketika menerima perwakilan guru yakni Aloysius Boli Rimo, Gabriel Kai Seran dan Thomas Ara Kian Boli di ruang kerjanya pada Jumat, (14/02/2020) lalu.

Di hadapan Wakil Ketua DPRD Mathias Enay, mewakili guru Aloysius Boli Rimo menyampaikan harapan mereka sampai bertemu wakil rakyat di komisi pendidikan yang menangani langsung bidang pendidikan di Flores Timur.

"Kehadiran kami hanya meminta tolong perhatikan sekolah kami yang sudah berjalan 6 tahun ini," tegas Boli Rimo.

Boli Rimo yang juga menjabat Wakasek Kesiswaan ini menyebutkan daya tampung siswa setiap tahun per rombongan belajar selalu meningkat.

"Kami kesulitan RKB karena Baru 3 rombel. Sisanya darurat dan pinjam," keluhnya.

Pada saat itu, Muhidin Demon menyambut baik aspirasi para guru dan akan menindaklanjuti aspirasi mereka.

"Kehadiran para guri ini tidak main -main. Mereka langsung datang ini artinya mereka sangat butuh bantuan. Jadi kami berupaya melalui Pemda Flotim dan mendesak segera perhatikan SMAN 1 Adonara Tengah," tegas Demon Sabon.

Terkait wewenang SMA/SMK yang diserahkan ke provinsi, politisi Partai Gerindra ini menuturkan sekolah atau fasilitas pendidiksn di wilayah Flotim menjadi tanggung jawab bersama.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved