Salam Pos Kupang

Perdamaian di Sandosi

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul Perdamaian di Desa Sandosi

Perdamaian di Sandosi
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul Perdamaian di Desa Sandosi

POS-KUPANG.COM - Pertikaian di Adonara, Kabupaten Flores Timur, telah menyita perhatian publik. Insiden berdarah itu telah melukai hati kita semua, terlebih keluarga korban. Tak disangka, orang-orang dikasihi telah meregang nyawa hanya karena urusan duniawi.

Bahwa pertikaian berdarah yang menimbulkan korban jiwa itu, kini telah berganti dengan kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Dan, untuk hal itu, tetua adat dan para kepala suku kedua pihak bertikai sudah sepakat untuk berdamai. Sepakat untuk menghentikan semua aktivitas yang berhubungan dengan saling serang di antara kedua belah pihak.

BREAKING NEWS :Tidak Cari Kayu Bakar, Kakek di Manggarai Hajar Cucu Pakai Kayu Hingga Badan Terluka

Pertanyaannya, adalah apakah perdamaian itu merupakan komitmen atau hanya sekadar alibi untuk mengalihkan perhatian aparat keamanan yang saat ini telah menguasai medan bermasalah itu?

Jika perdamaian merupakan komitmen, maka itu merupakan pengejawantahan dari kesungguhan hati para pihak untuk saling menghargai, saling menghormati, saling menjaga dan saling mengasihi sebagai sesama manusia.

Pilkada 2020 , Palson di Empat Kabupaten Bisa Ditetapkan Lebih Dahulu

Akan tetapi jika perdamaian itu merupakan kesepakatan, hanya karena faktor tertentu, maka bukan mustahil bila pada hari-hari yang akan datang, insiden berdarah itu berkemungkinan akan terulang lagi.

Bahwa hal semacam ini tentu tidak kita inginkan bersama. Tapi merunut peristiwa-peristiwa yang lalu, maka kemungkinan seperti ini bisa terjadi. Karena kesepakatan damai yang dilakukan saat ini, bukan yang pertama kali dibuat para pihak bertikai di daerah itu.

Namun kita berharap agar kesepakatan yang telah dicapai saat ini sifatnya permanen, mengikat kedua belah pihak dan berlaku untuk selamanya.

Ini hal paling penting yang harus dijaga, dirawat dan dijalani mulai saat ini dan selama-lamanya.

Memang, bila kita berpaling ke masa lalu, tatkala perang masih berkecamuk di setiap belahan dunia, ada semacam pepatah latin yang menyebutkan civis pacem parabellum yang artinya barang siapa menginginkan perdamaian maka bersiaplah untuk berperang.

Tetapi dalam kasus di Adonara ini, kita tentunya tidak berharap demikian. Karena yang ada pada kita saat ini, adalah pertumpahan darah itu merupakan kasus terakhir baik di Adonara maupun daerah lain di NTT ini. Jangan ada lagi pertumpahan darah dan air mata hanya karena persoalan batas tanah. Kita akhiri kasus itu saat ini juga dari mari bersama kita songsong hari esok yang lebih baik, hari esok yang penuh canda dan tawa, hari esok yang penuh dengan rasa damai.

Alangkah indahnya bila kita semua hidup dalam damai, hidup dengan penuh rasa cinta dan kasih, hidup dengan rasa saling menjaga, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Semoga. *

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved