Siswa SD di Penkase Panjat Tembok ke Sekolah, Ini Penyebabnya !
Siswa SD Petra di Kelurahan Penkase/Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang harus memanjat tembok sekitar satu meter lebih untuk ke sekolah.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Siswa SD di Penkase Panjat Tembok ke Sekolah, Ini Penyebabnya !
POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Siswa SD Petra di Kelurahan Penkase/Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang harus memanjat tembok sekitar satu meter lebih untuk ke sekolah. Kondisi ini akibat ruas jalan menuju sekolah sudah ditutup.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (4/3/2020), ruas jalan yang ditutup ini berada di wilayah RT 11/RW 04, Kelurahaan Penkase/Oeleta, Kecamatan Alak,Kota Kupang.
Nampak sejumlah siswa SD Petra Alak, terpaksa pulang sekolah harus memanjat tembok.
Padahal, jalan yang mereka lalui itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Ruas jalan ini selain dilewati oleh siswa SD, jalan ini juga sering dilewati oleh siswa SMKN 7 Kupang. Bahkan, ada juga anak TK Petra yang melewati jalur ini.
Jalan yang ditutup ini adalah salah satu akses dari pemukiman warga dan sekolah ke Jalan Yos Sudarso. Ada jalur jalan lain yang bisa dilalui para siswa,namun harus memakan waktu dan juga jarak tempuh yang cukup jauh.
Akibat jalan ini ditutup, maka para siswa harus memanjat pagar tembok setiap hari.
Beberapa siswa SD Petra yang ditemui mengaku, mereka ke sekolah maupun pulang harus melewati jalan yang ada, namun sudah kurang lebih satu bulan ruas jalan itu ditutup.
"Kami setiap hari harus jalan lewat sini dan panjat tembok Ada jalan lain, tapi kami harus putar agak jauh sehingga kadang terlambat masuk sekolah," ujar Engel, Putri,Megy ,Echa dan Yuliana.
Menurut Engel sejak kelas satu SD bahkan TK ,mereka melalui jalur itu, namun saat ini sudah dibangun pagar tembok, sehingga merwka harus naik atau panjat pagar tembok setiap hari.
Dikatakan, ada jalur yang bisa dilewati namun cukup jauh, yakni melewati jalan samping Angkatan Laut dan satu pangkalan ojek,hanya saja memakan waktu lama dan jika dibandingkan melewati jalur yang sudah ditutup.
Hal yang sama disampikan Marfan Nati dan Osias. Menurut Marfan, karena jalan itu sudah ditutup tembok maka terpaksa mereka harus memanjatnya.
Pdt. Daniel Mesach Datikh,mantan Ketua RT dan juga selaku tokoh agama di wilayah itu mengatakan, jalan itu digagas oleh dirinya bersama masyarakat saat dirinya menjadi Ketua RT.
"Saya perjuangkan kurang lebih tujuh tahun, untuk bangun sebuah jembatan permanen di jalan ini. Jembatan kita bangun swadaya dengan didukung oleh donatur juga. Setelah jembatan ini selesai ada pihak tertentu yang mulai membangun pagar tembok," kata Daniel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sejumlah-siswa-sd-petra-sedang-memanjat-tembok-saat-pulang-sekolah.jpg)