Guru Harus Membimbing Anak Membaca Buku

Ia mengaku dengan kehadiran Taman Bacaan Pelangi ini, banyak ilmu yang didapatkan selama pelatihan.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana saat peresmian Perpustakaan Taman Bacaan Pelangi di SDI Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (29/2/2020). 

Guru Harus Membimbing Anak Membaca Buku

POS-KUPANG.COM | MBAY --Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, meresmikan Taman Bacaan Pelangi (Rainbow Read Garden) di SDI Danga, Kelurahan Danga Kabupaten Nagekeo Sabtu (29/2/2020).

Taman Bacaan Pelangi yang diresmikan ini merupakan taman bacaan yang ke 129 sejak berdirinya Taman Bacaan Pelangi tahun 2009 sampai sekarang dan menjadi Taman Bacaan Pelangi ke dua di Kabupaten Nagekeo.

Bupati Don menjelaskan bahwa anak bisa belajar dari lingkungannya. Dengan melihat gambar-gambar yang ada diruangan taman bacaan ini, diharapkan kedepan bapak ibu guru bisa menulis dan menggambar sebanyak mungkin hal yang ditemui disekitar sekolah.

"Kedepan kita mendorong dan mendukung mungkin guru untuk bisa menulis dan menggambar apa yang dilihat diluar kelas depan sekolah ini. Menulis buku dan menggambar konten lokal kita dan bisa dicetak untuk dibaca. Pohon Johar, Marongge yang lagi viral bisa dijadikan contoh, dapat digambar dan dicarikan namanya apa dan dalam bahasa apa, bahasa lokal “wona”, Indonesianya apa, latin, Inggris, dan nama species dalam biologi dan lain sebagainya itu bisa ditulis lengkap dengan namanya dan di tempel sehingga anak bisa mengenal Wona lengkap dari biji sampai akar dalam berbagai bahasa. Bila perlu kalau ada siswa yang bisa menggambar malah lebih bagus lagi," ujar Bupati Don.

Bupati Don mengatakan yang perlu menjadi perhatian khusus adalah proses pembelajaran dan melihat kembali kurikulumnya bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan anak.

"Bukan soal fisik, bangunan sekolahnya tapi lebih pada bagaimana proses pembelajarannya, bagaimana guru mendidik siswanya itu yang penting. Selama ini kita ikuti saja kurikulumnya dan sering anak pergi sekolah membawa tas ransel yang besar dan memberatkan sehingga sekolah tidak lagi merupakan tempat yang menyenangkan bagi anak," ujarnya.

Kata Bupati Don, yang diharapkan pada proses pendidikan anak adalah harus bisa mengantar setiap individu, anak untuk mampu mengembangkan talentanya.

"Sebenarnya tidak ada anak yang bodoh hanya saja berbeda talentanya, dan kita harus pastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan pendampingan belajar sehingga tercapai apa yang ingin digapainya," ujar dia.

Bupati Don juga menyarankan agar literasi dasar harus dimiliki anak dan tuntas di kelas tiga.

"Saya sarankan literasi dasar anak untuk baca dan tulis harus selesai di kelas 3 dan kelas atas nanti lanjut dengan pengembangan dan pemahaman," ujar dia.

Sementara itu, Pendiri Taman Bacaan Pelangi, Nila Tanzil, mengatakan bahwa pentingnya pengembangan kualitas potensi guru.

"Proses belajar mengajar itu adalah jiwanya sekolah. Bapak ibu guru adalah ujung tombak anak-anak. Jangan pikirkan masalah fisik sekolahnya tapi lebih pada kemampuan bapak ibu guru sendiri dalam mengajar anak-anak itu jauh lebih penting. Minta dan ikut pelatihan sebanyak banyaknya dan setelah pelatihan bisa berbagi dengan rekan-rekan guru yang lainnya," ujar Nila.

Nila juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang telah meresmikan taman baca Pelangi yang ke-129.

Nila juga mengimbau dan mengajak siswa-siswi SDI Danga untuk rajin membaca dan tidak lupa merawat buku.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved