Salam Pos Kupang

Dari Era Pembajakan sampai Youtube

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul dari era Pembajakan sampai youtube

Dari Era Pembajakan sampai Youtube
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul dari era Pembajakan sampai youtube

POS-KUPANG.COM - KEGELISAHAN Eman Bata Dede, pencipta sekaligus artis daerah NTT yang kuat dengan genre musik gawi (Ende), mewakili pikiran dan perasaan semua artis baik lokal, nasional maupun internasional. Karya musik yang dibajak dan dijual dengan harga yang relatif murah tentu saja merugikan para pegiat seni musik.

Boleh dikatakan, pembajakan tidak hanya membuat para artis rugi secara material, namun secara moril jauh lebih besar. Secara moril sang artis terpukul. Ia memiih untuk menepi hingga bertahun-tahun sebagaimana dikatakan Eman Bata Dede. Mengurung diri dalam ketidakberdayaan.

Begini Jawaban Ketua DPD Golkar NTT Melki Laka Lena Ketika Ditanyai Maju di Ajang Pilgub NTT

Di sisi lain, aparat seolah gagap meresponnya. Padahal sudah begitu banyak pengaduan dari para pegiat seni ini. Eman sendiri dan barangkali artis lain di daerah ini berulangkali membuat pengaduan. Namun, follow up atas kasus-kasus ini kurang terdengar.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM menyatakan bahwa aksi pembajakan dan pemakaian software ilegal dalam beberapa tahun ini masih cukup tinggi di Indonesia. Penyitaan softwere murah dapat dilakukan jika aparat menangkap tangan pelaku pembajakan sebagai barang bukti.

Hari Ini Tinggi Gelombang di Perairan Samudera Hindia Selatan Sumba Sabu Hingga 4.0 Meter

Barangkali kita boleh mengatakan bahwa era kaset pita, DVD, VCD dan lainnya telah lewat. Kini, telah hadir di depan mata chanel Youtube yang dapat memberi ruang seluas-luasnya bagi siapa saja untuk meraup kentungan finansial.

Youtube telah menjadi industri yang sangat signifikan bagi para artis. Tempo dulu, ketika artis ingin diorbitkan perlu membuat contoh rekaman sederhana kemudian mengirimkan ke label rekaman. Jika sudah direkam atau dikontrak maka label rekaman itu mempromosikan artis ke stasiun radio atau televisi untuk mendongkrak penjualan di pasaran. Tanpa pola itu penjualan kaset, DVD dan VCD akan seret.

Tapi, kini sudah tak ada lagi. Jika hendak mempromosikan sebuah lagu, karya atau apa saja secara inovatif, maka pakailah chanel Youtube. Youtube dengan jangkauan satu miliar penggemar di seluruh dunia akan memberikan banyak keuntungan terutama finansial. Karya itu akan terdengar tanpa sekat wilayah atau daerah.

Nyong Frangco dengan Lagu Gemu Famire menjadi contoh nyata hasil dari Youtube. Tiap bulan ia meraup keuntungan Rp 17 juta. Sebuah angka yang tak kecil.
Rasanya Eman Bata Dede juga sudah melangkah ke arah ini. Di Kupang, sejumlah artis lokal sebut saja Rinto Nine, Jery BTN, Berlan Seran (musisi), Yos Suri sangat getol memanfaatkan chanel ini untuk mempromosikan karyanya. *

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved