Lestarikan Budaya Lamalera, Pemkab Lembata Gelar Festival Lamafa
Pemerintah Kabupaten Lembata ( Pemkab Lembata) akan menggelar Festival Lamafa yang bertujuan melestarikan budaya Lamalera
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pemerintah Kabupaten Lembata ( Pemkab Lembata) akan menggelar Festival Lamafa yang bertujuan melestarikan budaya Lamalera yang sudah diwariskan turun temurun. Festival yang baru pertama kali digelar ini dilaksanakan pada 25 April 2020-2 Mei 2020 di Lamalera.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan mengatakan fokus festival ini lebih pada penguatan budaya karena Lamafa merupakan bagian dari peradaban budaya orang Lamalera yang mesti terus dilestarikan.
• Bupati dan Wabup Manggarai Sambut Uskup Sipri di Pintu Masuk Kota Ruteng
"Yang kita buat ini dalam kaitan dengan pewarisan budaya, bagaimana supaya Lamafa itu tetap ada, dan harus terus ada," tegas Apol di Lewoleba, Sabtu (29/2/2020).
Menurut dia, gelaran festival budaya ini tentu berangkat dari satu keprihatinan jangan sampai budaya Lamafa ini bisa lenyap di masa mendatang.
Budaya penangkapan ikan paus, lanjutnya, sudah sangat mendarah daging dalam budaya Orang Lamalera.
• Jumlah Babi Mati di TTU Hampir Seribu Ekor
Namun, sebagai sebuah kearifan lokal, orang Lamalera tidak sembarang menangkap ikan paus.
Dalam keyakinan mereka, ikan paus yang ditangkap adalah sebuah pemberian. Selain dijual di pasar barter, daging ikan paus juga akan dibagi-bagikan kepada masyarakat terutama para janda dan kaum miskin.
"Ini yang kita mau budaya ini terus diwariskan. Tujuan dari festival ini lebih pada pewarisan budaya," tegas Apol.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan festival Lamafa yang digelar tidak hanya bermuatan unsur menghibur tapi festival itu diselenggarakan dalam perspektif budaya.
Dalam konsep pariwisata Kabupaten Lembata, Kampung Lamalera juga menjadi branding destination di Lembaga.
"Sekarang bagaimana masyarakat Lamalera memanfaatkan ini. Kita dorong masyarakat untuk pelatihan kuliner supaya mereka punya kemampuan, supaya mereka bisa berusaha," sebut Apol.
Pemkab Lembata juga terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. PAD di sektor pariwisata masih bersumber dari retribusi masuk ke sejumlah destinasi wisata.
Meski demikian, pemerintah setempat tetap menaikan target PAD hingga 100%.
Peningkatan target PAD tersebut menurut Apol sejalan dengan upaya pemerintah melengkapi fasilitas di sejumlah destinasi wisata khususnya di Kawasan Wisata Bukit Cinta Lembata (BCL)
"Selama ini PAD yang disumbangkan semata-mata dari karcis di destinasi wisata yang ada. Jadi untuk PAD di sektor pariwisata masih sebatas retribusi. Kita berharap dalam konteks penataan destinasi wisata semakin banyak orang yang datang ke sana. Kita coba melengkapi fasilitas yang ada dan akan ada retribusi untuk penerimaan. Warga bisa manfaatkan permainan outdoor," ungkap Apol soal realisasi pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/apolonaris-mayan_20180503_214401.jpg)