Keracunan Daging Babi di TTS
Maksi Lian: Dinkes Harus Cari Tahu Asal Daging Babi yang Dikonsumsi Para Korban
Keracunan daging babi di TTS, Maksi Lian: Dinkes TTS harus cari tahu asal daging babi yang dikonsumsi para korban
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
Keracunan daging babi di TTS, Maksi Lian: Dinkes TTS harus cari tahu asal daging babi yang dikonsumsi para korban
POS-KUPANG.COM | SOE - Anggota Komisi IV DPRD TTS yang juga Ketua Fraksi Demokrat, Maksi Lian meminta Dinkes TTS harus mencari tahu sumber daging babi yang dikonsumsi para korban keracunan makanan di Kecamatan Toianas.
Jika dibeli diwarung, maka dinkes perlu mengecek ijin dari rumah makan tersebut. Setelah itu sisa daging babi yang dikonsumsi para korban dilakukan uji lab untuk mengetahui secara pasti penyebab keracunan tersebut.
• DBD Renggut Nyawa ke-9 Siswi SMA di Maumere, Total 981 Penderita
"Dinkes TTS harus turun sampai ke lokasi tempat daging babi kecap tersebut dibeli. Cek ijin dan kelayakannya. Selain itu, harus dilakukan uji lab terhadap sisa daging babi kecap untuk mengetahui penyebab pasti keracunan makanan tersebut," pinta Maksi.
Untuk penanganan para korban, lanjut Maksi, dirinya meminta kepada Dinkes TTS untuk melakukan penanganan secara cepat dan intensif.
• E-filing, KPP Pratama Maumere Manjakan Wajib Pajak Lapor SPT
Dia berharap segala kebutuhan medis untuk menangani para korban bisa tersedia dengan baik sehingga penanganan bisa maksimal.
"Kita berharap para pasien bisa ditangani dengan baik sehingga tidak terjadi sesuatu yang fatal," ujarnya.
Terpisah, ketua Fraksi Nasdem, Hendrik Babys meminta Pemda TTS untuk menyikapi kasus keracunan yang terjadi di Toianas secara secara cepat dan maksimal sehingga tidak jatuh korban jiwa.
Pemda TTS melalui Dinas Kesehatan harus segera melakukan uji lab untuk mengetahui penyebab pasti kasus keracunan tersebut.
"Kita berharap tidak sampai jatuh korban jiwa. Oleh sebab itu, Dinas harus melakukan penanganan secara maksimal. Penyebab kasus keracunan tersebut juga harus segera terungkap," pungkasnya.
Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, sebanyak 7 warga Desa Bokong, Kecamatan Toianas dirawat di Rumah Sakit Pratama Boking, Kamis (27/2/2020) usai mengalami gejalah keracunan makanan.
Para korban mulai mengalami gejalah pusing, mual-mual, muntah dan diare pasca mengkonsumsi daging babi yang dikirim dari Kota Kupang melalui travel.
Ketujuh pasiena yang dirawat langsung diinfus untuk mengembalikan kestabilan cairan dalam tubuh.
Hal ini diungkapkan langsung Bupati TTS, Egusem Piether Tahun saat menghubungi POS- KUPANG.COM, Jumat (28/2/2020) lewat pesan WhatsApp.
Dikatakannya, para korban mengkonsumsi daging babi kecap sekitar pukul 16.00 WITA. Sekitar pukul 19.00 WITA, para pasien mulai mengalami pusing, mual-mual, muntah hingga diare.
Oleh sebab itu, oleh keluarga korban, para korban langsung dibawa ke RS Pratama Boking guna mendapatkan pertolongan medis. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maksi-lian-dinkes-harus-cari-tahu-asal-daging-babi-yang-dikonsumsi-para-korban.jpg)