Kamis, 4 Juni 2026

Anak Tenggela di Sungai

Seorang Anak di TTU Tenggelam di Kali Benpasi

Seorang anak bernama, Selvetur Maubanu (12) warga Benpasi, RT 019/RW 006, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten T

Tayang:
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
KOMPAS.com/THINKSTOCK.COM
Ilustrasi tenggelam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Seorang anak bernama, Selvetur Maubanu (12) warga Benpasi, RT 019/RW 006, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dilaporkan tenggelam di Kali Benpasi, Selasa (25/2/2020).

Siswi yang masih bersekolah di salah satu SD di Kefamenanu itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefa untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun sekitar 20 menit dirawat oleh dokter di RSUD Kefa, nyawah Selvetur tidak dapat diselamatkan. Selvetur kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada, Selasa (25/2/2020) sekira pukul 16:45 Wita, dimana saat itu saksi Odis Moybeka sementara duduk di teras rumah.

Odis Moybeka lalu mendengar teriakan minta tolong dari arah kali Benpasi. Seketika itu, ia langsung berlari menuju ke sumber suara di TKP kali Benpasi.

Incar Juara Liga 1, Ini 4 Tim Jadi Pesaing Persib Bandung, Persija Bali United, Persebaya Surabaya

Saat dalam perjalanan menuju ke kali Benpasi, sudah ada beberapa orang yang memberitahukan bahwa ada seorang anak yang tenggelam di kali itu.

Sampai di kali Benpasi, Odis langsung menyelam ke dalam air untuk mencari korban. Sekira 5 menit pencarian, Odis mendapat bahwa korban sudah berada di dasar air sehingga langsung mengangkat ke tepi kali.

Selanjutnya, Odis langsung membawa korban ke pinggir jalan untuk meminta bantuan orang yang lewat supaya di bawah ke RSUD Kefa untuk mendapat perawatan medis.

Sesampainya di jalan saksi lain bernama Yoris Taone melintas dari rumah menuju ke pasar. Odis lalu meminta bantuan kepada Yoris supaya berdamanya membawa korban ke rumah sakit.

Sesampai di rumah sakit sekira pukul 17:15 Wita, korban langsung diterima oleh Dokter Gohan untuk melakukan penanganan medis.

Namun selama kurang lebih sekira 20 menit, korban tidak dapat di selamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Atas masalah tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan tindakan dengan turun langsung ke TKP, melakukan pulbaket, dan mencatat saksi-saksi.

Meskipun demikian, sampai dengan saat ini, pihak keluarga korban belum membuat laporan atau pengaduan secara resmi ke Polres TTU. (mm)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved