Saksi Tergugat Dua Tak Hadir, Sidang Sengketa Ganti Rugi Lahan Ditunda

agar tergugat dua bisa menghadirkan saksi pada sidang lanjutan 10 Maret mendatang.

istimewa
Pembangunan Spillway Bendungan Temef di Kabupaten TTS 

Saksi Tergugat Dua Tak Hadir, Sidang Sengketa Ganti Rugi Lahan Ditunda

POS-KUPANG.COM| SOE -- Sidang sengketa ganti rugi lahan pembangunan bendungan Temef dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari tergugat dua (Gubenur NTT), Selasa (25/2/2020) siang ditunda ke tanggal 10 Maret mendatang.

Hal ini dilakukan lantaran saksi yang hendak diajukan tergugat dua berhalangan hadir. Ketua majelis hakim, Wempi Duka, SH, yang didampingi Hakim Anggota 1, Putu Dima Indra, dan Hakim Anggota 2, Putu Agung Putra Baharata mengingatkan agar tergugat dua bisa menghadirkan saksi pada sidang lanjutan 10 Maret mendatang.

" Kita kasih kesempatan sekali lagi pada 10 Maret mendatang untuk pihak tergugat dua menghadirkan saksinya. Tolong dikordinasikan dengan baik agar pada sidang mendatang saksi bisa hadir," ungkap Wempi.

Setelah meminta kuasa hukum pihak tergugat dua menghadirkan saksi pada sidang mendatang, Wempi juga bertanya kepada pihak tergugat ketiga dan keempat terkait saksi yang akan dihadirkan. Pihak kuasa hukum tergugat ketiga memastikan pihaknya tidak mengajukan saksi.

Oleh sebab itu, pasca mendengar keterangan saksi dari tergugat dua, maka sidang akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi dari tergugat keempat.

"Tolong pihak tergugat keempat siapkan dengan baik saksinya agar bisa hadir nantinya. Karena setelah mendengar keterangan saksi dari  tergugat dua akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat keempat," ingatnya.

Untuk diketahui, Sidang gugatan ganti rugi lahan bendungan Temef kembali bergulir, Selasa (18/2/2020) siang di Pengadilan Negeri Soe. Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat nampak juga dihadiri mantan Wakil Gubernur NTT, Beni Litelnoni.

Pihak tergugat menghadirkan tiga orang saksi yaitu, Aminadap Teflopo, Gidion Tefnai dan Erasmus Faot. Saksi Aminadap Teflopo dan Gidon Tefnai kompak menyebut jika wilayah Desa Konbaki yang terkena dampak pembangunan bendungan Temef bukan merupakan tanah milik Fransiskus Mella, melain merupakan tanah milik Teflopo dan Tefnai. Bahkan saksi Aminadap menyebut jika tidak ada jengkel pun tanah di Konbaki yang merupakan tanah milik Mella.

Diberitakan pos kupang.com sebelummya, Fransiskus Lodowik Mella menggugat ganti rugi tanah seluas 312 Ha di Desa Konbaki, Kecamatan Polen yang masuk dalam lahan pembangunan bendungan Temef. Tak tanggung-tanggung, Fransiskus Mella menggugat biaya ganti rugi lahan kepada pemerintah sebanyak 312 miliar atau per meternya dihargai dengan Rp. 100.000.

Mantan Gubernur Banten RANO Karno Ngaku Terima Uang Rp 7,5 Miliar untuk Dana Kampanye

Suka Sebar Gambar Porno dan Peras Para Korban, Polda Ringkus Pria yang Berlagak Kaya Ini

Dalam gugutannya tersebut Mella didampingi kuasa hukum dari firma ABP dan paralegal LKBH Fakultas Hukum Undana.

Ada empat pihak yang digugat oleh penggugat yaitu, Gubernur NTT, Kementerian PUPR, Bupati TTS dan Nindya Karya.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved