Khazanah Islam

Puasa Rajab Bid'ah atau Sunnah? Begini Penjelasan Buya Yahya Al Bahjah Berikut Dalil-Dalilnya

Puasa Rajab Bid'ah atau Sunnah? Begini Penjelasan Buya Yahya Al Bahjah Berikut Dalil-Dalilnya

Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
kasadar.com
Puasa Rajab Bid'ah atau Sunnah? Begini Penjelasan Buya Yahya Al Bahjah Berikut Dalil-Dalilnya 

Dalam sebuah video ceramahnya, ia menjelaskan tentang tafsir Surah Attaubah ayat 36 yang menjelaskan tentang larangan Allah berbuat maksiat di bulan-bulan haram ini.

“Artinya, itulah ajaran agama yang lurus, janganlah kalian menzalimi diri kalian di bulan-bulan mulia ini,” ujarnya menjelaskan terjemahan ayat tersebut.

Imam Qurtubi dalam sebuah tafsirnya tentang ayat ini menjelaskan bahwa siapa pun yang berbuat maksiat atau menzalimi dirinya di empat bulan mulia ini akan mendapatkan dosa yang berlipat ganda.

Demikian pula jika kita berbuat baik, maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda pula.

“Dan ini disepakati pula oleh ulama-ulama tafsir lainnya,” tambahnya.

Di antara empat bulan istimewa ini hanya Zulhijjah dan Muharram yang ada amalan khususnya, yaitu di Zulhijjah ada puasa Arafah tanggal sembilan, tanggal sepuluhnya ada Hari Raya Idul Adha dan tanggal 11,12 dan 13-nya ada hari Tasyrik.

Kemudian di Muharram ada puasa Tasua dan Asyura pada tanggal sembilan dan sepuluhnya. Nah, kalau bulan Rajab tak ada ini, hanya disuruh banyak-banyak berbuat baik dan ganjarannya akan dilipatgandakan,” jelasnya.

Adapun berpuasa di bulan Rajab memiliki banyak keutamaan.

Seperti yang dijelaskan hadits berikut:

“Sesungguhnya di Surga ada suatu sungai bernama ‘rajab’, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab, maka akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.” (H. R. Bukhori Muslim)

“Berpuasa pada hari pertama bulan Rajab menghapus dosa selama tiga tahun, berpuasa pada hari kedua menghapus dosa selama dua tahun, berpuasa pada hari ketiga menghapus dosa selama setahun, kemudian untuk setiap harinya selama sebulan.” (H. R. Al Khilal dalam Fadhoil syahrur Rojab).

Doa dan Amalan-amalan

Bulan Rajab 1440 H akan jatuh pada Jumat 8 Maret 2019 artinya sebentar lagi kita akan memasuki bulan ke-7 dalam kalender Hijriyah.

Bulan Rajab disebut juga bulan haram (bulan mulia) selain bulan Ramadhan bersama Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

Karena kemuliannya itu pula, umat muslim seyogyanya memperbanyak amalan-amalan yang menambah pahala di bulan ini.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved