Ketua STIKIP Timor Indonesia Akui Perguruan Tingginya Belum Terdaftar dan Terakreditasi
Ketua STIKIP Timor Indonesia akui perguruan tingginya belum terdaftar dan belum terakreditasi
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
Ketua STIKIP Timor Indonesia akui perguruan tingginya belum terdaftar dan belum terakreditasi
POS-KUPANG.COM | SOE - Ketua STKIP Timor Indonesia, Djibrael Tunliu mengakui perguruan tinggi STIKIP Timor Indonesia yang dipimpinnya belum terdaftar dan terakreditasi di Dikti.
Saat ini menurut Tunliu pihaknya sementara mengurus kelengkapan persyaratan untuk mendaftar STIKIP Timor Indonesia di Dikti.
• Hari Terakhir Testing CPNS di Manggarai 87 Peserta Lolos Passing Grade, Lihat Nama Mereka
Pengakuan ini diungkapkan Tunliu dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi IV DPRD TTS, Senin (24/2/2020) pagi di ruang Banggar DPRD TTS.
Ia mengatakan, keberadaan STIKIP Timor Indonesia hanya ingin menyelamatkan mahasiswa dari STIKIP Nusa Timor yang berkuliah sejak 2011 hingga 2016 tapi tak kunjung diwisuda. Konflik internal yang terjadi di tubuh STIKIP Nusa Timor akhirnya mendorongnya untuk mendirikan STIKIP Timor Indonesia.
"Saya ini juga pendiri STIKIP Nusa Timor tapi karena ada konflik internal akhirnya saya keluar. Setelah keluar banyak mahasiswa yang ikut saya karena mereka tak kunjung diwisuda. Makanya untuk menyelamatkan anak-anak ini, akhirnya saya dirikan STIKIP Timor Indonesia," ungkap Tunliu.
• Pemda Sikka Kasasi Tuntutan Ganti Rugi Proyek Kantor Bupati Sikka Rp 27,9 Miliar
Walau belum terakreditasi dan terdaftar di Dikti, STIKIP Timor Indonesia telah melakukan wisuda sebanyak dua kali. Agar mahasiswa bisa memperoleh ijazah, mahasiswa yang diwisuda di titipkan ijazahnya ke salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Namun sayangnya perguruan tinggi tempat dititipkan ijazah mahasiswa STIKIP Timor Indonesia juga belum terdaftar di Dikti.
"Waktu pertama kami titipkan ijazah kami di perguruan tinggi swasta di Jakarta itu masih aman. Tapi tahun 2018 ada konflik internal dalam perguruan tinggi tersebut sehingga saat ini sudah tidak terdaftar lagi di Dikti. Tapi saya akan kejar mereka untuk minta pertanggungjawabannya," janji Tunliu.
Tunliu mengaku, tahun ini pihaknya tidak menerima mahasiswa baru karena belum mengantongi izin operasional.
Saat ini pihaknya akan fokus mengurus persyaratan guna mendaftar ke Dikti. "Saya berharap dari Pemda TTS dan DPRD TTS mau membantu kami agar STIKIP Timor Indonesia bisa segera terdaftar di Dikti," pintanya.
Yoksan Andreas Ketua Yayasan pendidikan Pah Timor Soe tempat dimana STIKIP Timor Indonesia bernaung juga membenarkan jika STIKIP Timor Indonesia hingga kini belum terdaftar dan terakreditasi.
Saat ini pihaknya masih sementara melengkapi persyaratan guna mendaftarkan perguruan tinggi tersebut ke Dikti.
"Memang STIKIP Timor Indonesia ini belum terdaftar dan terakreditasi," sebutnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-stikip-timor-indonesia-akui-perguruan-tingginya-belum-terdaftar-dan-terakreditasi.jpg)