Akademi Paradigta: Memberdayakan Kembali Perempuan-Perempuan di Desa
Serikat Perempuan Kepala Keluarga ( Pekka) NTT telah meluluskan sebanyak 45 wisudawati dalam program Akademi Paradigta
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Serikat Perempuan Kepala Keluarga ( Pekka) NTT telah meluluskan sebanyak 45 wisudawati dalam program Akademi Paradigta.
Akademi Paradigta merupakan sebuah pendidikan dan pelatihan terstruktur bagi kader Pekka dan kader perempuan di wilayah pedesaan agar dapat terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan di wilayahnya.
Acara wisuda ini dilangsungkan di SDK Tanah Boleng Desa Lewobololong Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur, Selasa (18/2/2020).
• Jembatan Bangkoor Mangkrak Diadukan ke Kejari Maumere
Para wisudawati angkatan ketiga itu berasal dari Kecamatan Ile Boleng, Witihama, Kebulagolit, Adonara, dan Adonara Timur. Angkatan pertama Akademi Paradigta sebanyak 60 orang dan angakatan kedua sebanyak 113 orang.
Ketua Serikat Pekka NTT, Petronela Masi Suban, menjelaskan sejak tahun 2015, Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dengan dukungan KOMPAK telah mengembangkan satu inisiatif khusus untuk memperkuat perempuan pemimpin di akar rumput khususnya dari kalangan komunitas Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) agar dapat memainkan peran penting dalam "kepemimpinan" desa.
• Aparat Polres Manggarai Identifikasi di TKP Anak Tewas Drainase
Inisiatif ini kemudian diberi nama Akademi Paradigta, yang memiliki semboyan Perempuan Hebat untuk Desa Berdaulat.
Sejak dikembangkan ada 2,524 perempuan yang telah mengikuti Akademi Paradigta dan 2,081 orang dari mereka berhasil lulus dan diwisuda. Mereka berasal dari 523 Desa, 31 Kabupaten, di 10 Provinsi mencakup Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku, Riau, DKI Jakarta.
Pada tahun 2018, Yayasan Pemberdayaan PEKKA telah memfasilitasi Forum Alumni Akademi Paradigta di 7 propinsi yang diikuti oleh alumni yang telah lulus tahun 2017 dan 2018.
Petronela menuyebutkan dari forum itu, alumni merumuskan isu strategis dan hasilnya disampaikan dalam dialog dengan pemangku pentingan di wilayahnya masing-masing.
Umumnya pemangku kepentingan menyambut baik dan mendukung agenda pengorganisasian dan advokasi yang disampaikan peserta dialog. Sebagian bahkan memberikan dukungan secara lebih konkrit dan operasional seperti penganggaran dan kegiatan bersama untuk tahun 2019.
Pada tahun 2019, PEKKA bekerjasama dengan KOMPAK kembali dan membuka kelas Akademi Paradigta di empat propinsi yaitu; Aceh, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Mereka telah menyelesaikan pendidikannya pada akhir tahun 2019 dan PEKKA akan menyelenggarakan wisuda bagi peserta Akademi Paradigta yang telah menyelesaiakan pendidikan.
Selain itu, PEKKA juga akan mengorganisir forum diskusi yang dihadiri oleh alumni akademi paradigta dan pengurus Serikat PEKKA di empat propinsi tersebut. Melalui forum ini mereka akan menceritakan pengalaman dan tantangan dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari akademi Paradigta. Kemudian diakhir pertemuan, alumni akan mendiskusikan metode dan agenda untuk mendukukung gerakan PEKKA kedepan.
Nunung Nungraningrum, Koordinator KOMPAK, mengatakan sampai Maret 2020 program Akademi Paradigta sudah selesai.
Oleh karena itu, dia mengusulkan supaya ada Peraturan Bupati (Perbup) supaya desa mempunyai kontribusi bagi Akademi Paradigta.
"Ini tidak hanya sekolah saja tapi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan itu bisa memberi sumbangsih bagi wilayahnya. Setelah sekolah jangan duduk manis tapi terlibat langsung membangun desanya. Harus beri kontribusi bagi perempuan pada khsususnya dan masyarakat banyak," kata Nunung.
Alumni Akademi Paradigta sendiri sudah berkiprah menjadi aparat desa dan penggerak kelompok pemberdayaan di berbagai wilayah di Adonara dan momen wisuda merupakan penyerahan kembali wisudawati kepada desa dan keluarga. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/akademi-paradigta-memberdayakan-kembali-perempuan-perempuan-di-desa.jpg)