Dana BOS Untuk Gaji Guru Honorer Gebrakan Awal Merdeka Belajar Mendikbud

Penggunaan dana BOS untuk gaji guru honorer gebrakan awal Merdeka Belajar Mendikbud

Dana BOS Untuk Gaji Guru Honorer Gebrakan Awal Merdeka Belajar Mendikbud
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira, saat ditemui di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/2/2018). 

Penggunaan dana BOS untuk gaji guru honorer gebrakan awal Merdeka Belajar Mendikbud

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim untuk melakukan transfer dana BOS langsung ke rekening sekolah dan kedua, memberikan ruang pemanfaatan sampai dengan maksimal 50 persen untuk membayar insentif guru honorer merupakan kebijakan jitu sebagai gebrakan awal untuk implementasi program Merdeka Belajar.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira melalui press rilisnya, Selasa (18/2/2020).

Bupati Niga Ingatkan ASN jadi Sumber Informasi yang Benar

Menurut Hugo, kebijakan yang ingin dikembangkan oleh Kemendikbud RI dalam sistem pendidikan di Indonesia adalah sebuah gebrakan implementasi program Merdeka Belajar.

"Ketika Mendikbud bicara tentang merdeka belajar banyak yang menanggapi positif, tetapi tidak sedikit juga yang pesimis, bahkan "nyinyir". Karena semua juga tahu bagaimana nasib guru-guru, terutama guru honor yang mengisi kurang lebih 50 persen dari tenaga pendidik di negeri ini yang setiap bulannya menerima imbalan jauh dibawah standar kebutuhan hidup minimum," kata Hugo.

4 Desa Di Kecamatan Ndori Kabupaten Ende Alami Gagal Panen

Hugo menyoroti bagaimana negeri ini menerapkan program merdeka belajar, sementara guru-gurunya jauh dari merdeka dalam memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya.

"Di sinilah letak problematikanya. Program merdeka belajar akan lebih mengedepankan peran kreatifitas guru dan sekolah dalam mendidik siswa," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, oleh karena itu gebrakan awal Mendikbud ini diharapkan menjawabi persoalan awal dan mendasar dalam dukungan dana untuk pendidikan, dengan mempercayakan pengelolaan dana langsung kepada kepala sekolah sebagai penanggung jawab.

"Kemudian dapat memberikan ruang kemungkinan bagi sekolah untuk mengalokasikan dana BOS sampai dengan 50 persen bagi guru-guru honorer. Artinya, salah satu problematika penghasilan guru honorer paling tidak terjawabi," ujarnya.

Dikatakan, pengelolaan dana BOS bisa maksimal dimanfaatkan untuk mendukung program merdeka belajar.

Hugo juga mengakui, ada tantangan, yakni bagaimana para kepala sekolah mampu menjadi pemimpin di satuan pendidikan sekaligus manajer yang handal untuk mengelola dana BOS untuk kepentingan guru dan siswa dalam kerangka mendukung program merdeka belajar.

"Pemerintah bukan hanya melaunching program merdeka belajar, tetapi juga memberikan ruang merdeka pengelolaan Dana BOS bagi sekolah," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved