Nelayan Kanatang, Sumba Timur Minta Pemerintah Bangun Tembok Pemecah Gelombang

Beberapa nelayan Kanatang, Sumba Timur minta Pemerintah bangun tembok pemecah gelombang

POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Nelayan sedang melabuhkan kendaraan dipinggir pantai 

Beberapa nelayan Kanatang, Sumba Timur minta Pemerintah bangun tembok pemecah gelombang

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Para nelayan di Kanatang, Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur meminta kepada pemerintah untuk membangun tembok pemecah gelombang laut.

Pasalnya sejauh ini para nelayan setempat hanya berlabuhkan perahu motornya di bibir pantai untuk berlindung dari amukan gelombang air laut.

Potensi Tinggi Gelombang di Tiga Perairan di Sumba Hari Ini Mencapai 2.5 Meter

Nelayan setempat, David Tarapanjang (26) ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Senin (17/2/2020) mengatakan, mereka sangat kesulitan untuk melabukan perahu motor mereka ketika ada angin timur. Sehingga demi menyelamatkan amukan arus air laut perahu motor dilabuhkan di bibir pantai.

"Angin timur tidak bisa berlabuh di laut sehingga terpaksa perahu motor ditarik ke darat untuk mengamankan,"ungkap David.

Makna Hari Raya Galungan: Perayaan Kemenangan Dharma atas Adharma

Menurut David jika ada tambatan perahu atau juga ada tembok pemecah gelombang maka perahu motor mereka bisa aman dari amukan arus laut. "Coba kalau ada, tapi ini pelabuhan untuk parkir perahu motor juga tidak ada, pemecah gelombang juga tidak ada jadi kami sangat kesulitan saat berlabuhkan perahu motor," ungkap David.

Nelayan lainya, Siprian Tara Andung (35) juga meminta selain membangun pelabuhan juga kepada Pemerintah untuk membangun pemecah gelombang sehingga perahu motor mereka aman dari amukan gelombang laut.

"Kami minta harus bangun pemecah gelombang. Karena tidak ada pemecah gelombang akibat dari angin timur ini banyak perahu termasuk perahu motor milik saya ini juga pecah,"aku Siprian.

Siprian mengatakan musim angin timur biasanya pada setiap tahun dari bulan April hingga Juli. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved