Salam Pos Kupang

Menyatukan Terminologi Pariwisata

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: Menyatukan Terminologi Pariwisata

Menyatukan Terminologi Pariwisata
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: Menyatukan Terminologi Pariwisata

POS-KUPANG.COM - SEJUMLAH elemen masyarakat di Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan aksi protes berupa demonstrasi di sejumlah institusi penting di daerah itu. Aksi massa itu dimulai dari Balai Taman Nasional Komodo ( BTNK) menuju gedung DPRD, Kantor Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) dan berakhir di kantor bupati setempat.

Protes itu terkait dengan pemberlakuan Pulau Komodo sebagai kawasan pariwisata super premium. Pulau ini diberi perhatian khusus untuk wisatawan dengan kantong yang tebal. Sekali seorang wisatawan melanglangbuana di sini dikenakan tarif sebesar Rp 14 juta. Sebuah nilai yang tentu saja tak kecil.

Valentines Day sebagai Momen Refleksi dan Pemulihan Makna Cinta

Pengelolaannya oleh PT Flobamor, sebuah perusahan daerah milik Pemerintah Provinsi NTT serta pihak lainnya. Mereka menilai sebagai bentuk monopoli bisnis yang merugikan, baik masyarakat di pulau itu maupun para pelaku pariwisata di Labuan Bajo. Karena itu mereka meminta pemerintah untuk tidak merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2014 tentang PNPB dan tetap memertahankan angka tarif masih ke TNK yang telah berlaku sejak tahun 2019.

Kebijakan itu pun berdampak warga yang sudah lama menetap di pulau itu segera direlokasi. Suara masyarakat ini rasanya perlu didengar dengan cermat oleh pemerintah di atasnya. Pun memertimbangkan masukan-masukan itu untuk mencari dan mendapatkan "terminologi" yang menjangkau kepentingan kedua belah pihak. Kita berharap pemerintah tidak melihat sebagai pembangkangan atau perlawanan atas kebijakan itu. Sebaliknya, dengarlah suara mereka dengan saksama.

DPW NasDem NTT Konsolidasi Struktur

Sudut pandang memang selalu berbeda. Ketika pemerintah hendak melakukan sebuah terobosan pembangunan secara cepat menghadapi kendala-kendala seperti ini. Pemerintah memang melihat bahwa kawasan Komodo dan sekitarnya merupakan pariwisata premium. Jika dinaikkan setingkat di atasnya menjadi super premium, maka daerah itu akan menjadi magnet luar biasa bagi wisatawan.

Dampaknya akan meningkatkan banyak perubahan dan ujung-ujungnya arus kunjungan akan semakin meningkat. Pendapatan daerah dan negara juga akan semakin baik selain masyarakat merasakan dan menikmati dampak ekonomi dari perubahan itu.

Dua kutub pemikiran baik dari elemen masyarakat dan pemerintah patut disatukan untuk mencari sebuah titik temu. Intinya agar perbedaan ini segera tuntas untuk tidak menjadi halangan bagi wisatawan yang hendak berkunjung. Wisatawan membutuhkan ketenangan ketika datang ke pintu masuk Labuan Bajo. Sungguh rentan bila mereka mengetahui bahwa situasi di tempat wisata itu tak kondusif. Bisa saja mereka pulang atau mengalihkan kunjungan ke tempat lain.

Situasi aman patut dijaga agar tidak memberi cap Labuan dan sekitarnya rawan Kamtibmas. Kita yakin pemerintah segera memberi alternatif jalan keluar terbaik. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved