Di Bandara El Tari Kupang Belum Ada Penumpang Penerbangan Internasional Terindikasi Corona
Hingga saat ini belum ada satu pun penumpang penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang yang terindikasi positif terkena virus Corona
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Di Bandara El Tari Kupang Belum Ada Penumpang Penerbangan Internasional Terindikasi Corona
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hingga saat ini belum ada satu pun penumpang penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang yang terindikasi positif terkena virus Corona (radang paru-paru).
Kendati demikian, pihak Bandara El Tari berkoordinasi dengan Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) tetap ketat dan cermat melakukan pemeriksaan terhadap penumpang di ruang kedatangan internasional.
"Sejauh ini masih aman, tidak ada penumpang yang terindikasi virus apapun, termasuk Corona. Kita tetap lakukan pengawasan, pemeriksaan secara ketat cermat," ungkap dr. Fany Jubida selaku Koodinator Wilayah Kerja KKP Pos Bandara El Tari Kupang, kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (15/2/2020).
Dia jelaskan, pihaknya menggunakan alat pendeteksi suhu badan untuk mendeteksi kesehatan penumpang. Namun, alat tersebut tidak bisa mendeteksi jenis penyakit atau virus yang dibawa penumpang.
Proses selanjutnya, jika ada penumpang yang suhu badannya tidak normal, 38 derajat ke atas, maka akan diwawancarai dokter di ruang wawancara Bandara El Tari. Jika membutuhkan penanganan khusus, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit Johanes Kupang.
Sebelumnya, dr. Fany kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan penumpang penerbangan internasional, khususnya dari China, wilayah endemis virus Corona diwajibkan menjalani wawancara dan pemeriksaan tenggorokan oleh dokter Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara El Tari Kupang.
Wawancara dan pemeriksaan tenggorokan tersebut dilakukan usai para penumpang menjalani pemeriksaan suhu tubuh di ruang kedatangan internasional. Kendati suhu tubuh penumpang dari wilayah endemis Corona normal, mereka tetap wajib menjalani wawancara dan pemeriksaan tenggorokan.
"Walaupun suhu tubuh mereka normal saat diperiksa di ruang kedatangan internasional dengan alat pendeteksi suhu tubuh, mereka tetap wajib wawancara dan periksa tenggorokan," ungkapnya.
Dia katakan, di Bandara El Tari Kupang memang tidak ada penerbangan langsung dari China, tetapi pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi memastikan rangkaian perjalanan penumpang dari wilayah endemis berdasarkan paspor.
Menurutnya spesifikasi pemeriksaan terutama pada tenggorokan. Jika ada penumpang yang positif mengidap Corona, maka pihaknya akan langsung merujuk penumpang tersebut ke RS. Johanes Kupang.
dr. Fany melanjutkan proses penyebaran virus Corona melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernapasan.
"Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru, masa inkubasinya sampai 14 hari" jelasnya.
• Kasat Reskrim Polres Kabupaten Manggarai : Pelaku Diancam Pasal 303 KUHP
• LIVE Streaming Persis vs Persib Bandung Malam Ini Pukul 20.30 WIB Pantau Link Youtube Sambernyawa TV
Menurutnya, secara kasat mata, orang yang terkena virus Corona akan terlihat letih dan lesu, sulit bernafas, deman batuk dan pilek.
"Memang secara umum seperti itu. Untuk memastikan bahwa dia kena virus Corona, maka harus ada pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)