Pelayanan Publik Polres Sumba Timur Masuk Zona Kuning, Ini Kata Kapolres Handrio Wicaksono

Kualitas pelayanan publik Polres Sumba Timur masuk zona kuning, ini kata Kapolres Sumba Timur Handrio Wicaksono

POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, S.I.K 

Kualitas pelayanan publik Polres Sumba Timur masuk zona kuning, ini kata Kapolres Sumba Timur Handrio Wicaksono

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Terkait Ombudsman melakukan survei di 13 Polres di NTT untuk lima jenis pelayanan yaitu surat tanda lapor kehilangan, surat tanda terima laporan polisi, penerbitan surat catatan kepolisian, permohonan SIM A baru dan permohonan SIM C baru.

Dari survei itu ditemukan salah satunya Polres yang masuk zona kuning atau sedang adalah Polres Sumba Timur.

Kodim 1618 TTU Salurkan Paket Sembako kepada 10 Kepala Keluarga Miskin

Terkait ini, Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono, S.IK, mengatakan pihaknya siap membenahinya untuk meningkatkan kembali pelayanan publik tersebut.

"Terkait dengan hasil survei Ombudsman terkait pelayanan publik dimana Polres Sumba Timur masuk dalam kategori kuning atau sedang itu menurut saya masih perlu kami tingkatkan kembali," kata AKBP Handrio Wicaksono, S.I.K, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Jumat (14/2/2020) siang.

Handrio mengatakan, dengan hasil tersebut, pihaknya juga mungkin menyadari juga terkait dengan kekurangan personil dan maupun dari fasilitas pelayanan.

Pemerintah Diundang Dalam Persidangan Majelis Klasis Belu, Begini Kata Wakil Bupati Belu Ose Luan

Tapi dengan adanya penilian tersebut dapat menjadi motivasi bagi Polres Sumba Timur terkait pelayanan pihaknya terhadap masyarakat.

"Karena bagaimanapun kita sebagai pelindung dan pelayan masyarakat terkait dengan pelayanan ini kepada masyarakat, maka kita akan tingkatkan kembali," ungkap Handrio.

Handrio juga mengaku, terkait fasilitas yang belum mendukung yaitu jaringan dimana untuk Polres Sumba Timur ada beberapa yang masih harus dibenahi pihaknya dan juga fasilitas lainnya seperti tempat bermain anak saat pengurusan SKCK dan juga fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas.

"Tapi intinya terkait dengan temuan tersebut nanti kita akan perbaikilah, sehingga pelayanan terhadap publik kita akan lebih bagus lagi," tandas Handrio.

Terkait dengan besaran anggaran untuk pelayanan selama ini di Polres Sumba Timur, Jelas Handrio, sudah ada tertuang dalam masing-masing DIPA. Baik itu di pelayanan SKPT, SKCK maupun dipelayanan Sarpras semuanya sudah terpenuhi.

"Sudah tidak ada kendala berkaitan dengan anggaran. Intinya kami dari Polres Sumba Timur akan benahi terkait dengan temuan dari OMBUDSMAN itu," kata Handrio. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved