Menyedihkan, SMP Satap Negeri Suspini TTU Gunakan Gedung Darurat
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap (Satap) Negeri Suspini yang terletak di Desa Subun Tualele, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Ti
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap (Satap) Negeri Suspini yang terletak di Desa Subun Tualele, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) masih menggunakan gedung darurat.
Meski sudah tiga tahun dibangun dan diakui keberadaannya sejak tahun 2018 yang lalu, sekolah tersebut masih minim perhatian dari pemerintah maupun para pihak yang mengaku peduli terhadap dunia pendidikan.
Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, masyarakat di desa itu membangun satu gedung darurat yang dibagi sekat menjadi tiga ruangan dimana dua ruangan diujung kiri dan kanan digunakan sebagai ruangan kelas dan satu ruangan ditengah digunakan sebagai kantor.
Berdasarkan Pos Kupang di lapangan, Kamis (13/2/2020), gedung darurat yang dibangun itu beratapkan seng bekas yang sudah tua, berkarat dan berlubang. Kalau dindingnya terbuat dari bebak, dan berlantaikan tanah.
• Pelatih Maung Bandung Kembali Mainkan Wonderful Kids, Persib Bandung Punya Kekuatan Baru?
Sementara untuk serana dan praserana seperti kursi dan bangku masih menggunakan fasilitas milik pemerintah desa setempat. Untuk meja siswa dibuat darurat oleh masyarakat menggunakan papan dengan tiang ditancap langsung ditanah. Bahkan ada siswa yang tidak kebagian meja.
Fasilitas lainnya seperti perpustakaan juga tidak ada di sekolah itu. Satu-satunya akses buku yang biasanya didapatkan oleh para siswa hanya dari buku pegangan guru. Para siswa hanya bisa mencatat apa yang diajarkan oleh para guru mereka.
Kepada Pos Kupang, Wakil Kepala SMP Satap Negeri Suspini, Florida Eno, S.Pd mengatakan sekolahnya itu dibangun pada tanggal 16 Juli 2018. Pada saat itu, untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah itu masih menggunakan aula kantor desa dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang.
Seiring berjalannya waktu, tahun 2019, kegiatan belajar mengajar di pindahkan ke gedung darurat yang ditempati sampai dengan saat ini. Tahun 2019, jumlah siswa naik menjadi 19 orang.
• Persis Solo Atur Strategi Lumpuhkan Persi Bandung, Ini Skeman yang Dipakai Pelatih Maung Bandung ?
"Untuk saat ini, masih ada dua angkatan dengan jumlah siswa secara keseluruhan sebanyak 43 orang," terangnya.
Dijelaskannya, jumla guru yang mengajar di sekolah itu sebanyak 17 orang dengan rincian guru PNS sebanyak 1 orang (kepala sekolah), guru kontrak ada 5 orang, dan guru guru komite (honor) sebanyak 12 orang.
Meskipun dalam keterbatasan, ungkap Florida, para siswa sangat antusias untuk datang ke sekolah. Begitupun dengan para guru yang rela meluangkan waktunya untuk mengajar meskipun tidak diberi upah yang layak. (mm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/smp-satap-negeri-suspini-di-desa-subun-tualele-y.jpg)