Kunker Komisi V DPRD Provinsi NTT di Labuan Bajo,Yohanes Rumat: Pemerintah Harus Serius Siapkan BLK
Komisi V DPRD Provinsi NTT melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Rosalina Woso
Kunker Komisi V DPRD Provinsi NTT di Labuan Bajo, Yohanes Rumat: Pemerintah Harus Serius Siapkan BLK
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Komisi V DPRD Provinsi NTT melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).
Sekretaris Komisi V DPRD NTT Yohanes Rumat kepada wartawan menyampaikan bahwa salah satu hal yang ditemukan dalam Kunker itu adalah terkait kesiapan tenaga kerja khususnya berkaitan dengan sektor pariwisata.
Disampaikannya, kesiapan tenaga kerja harus ditingkatkan, salah satunya melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Menurutnya, pemerintah harus secara serius untuk menyiapkan BLK demi peningkatan keahlian tenaga kerja.
"Selain infrastruktur jalan, listrik, air, yang tidak kalah penting adalah sumber daya manusia harus ditingkatkan, antara lain lewat lembaga pendidikan formal seperti SMK dan pendidikan tinggi. Namun di luar itu juga sangat penting untuk membangun dan memperhatikan secara serius Balai Latihan Kerja. Pemerintah harus berani menganggarkan dana untuk pelatihan-pelatihan yang mengarah ke keterampilan," kata Yohanes.
Ditambahkannya, pelayanan pariwisata terutama di Labuan Bajo bisa saja menurut kita sendiri sudah baik tetapi menurut wisatawan yang datang belum memuaskan.
Sehingga peningkatan keahlian dan sumber daya perlu terus dilakukan.
"Mengurus pariwisata tidak bisa dengan kata-kata dan istilah. Tidak bisa dengan jargon. Harus urus dengan kerja nyata. Instansi tekait seperti pariwisata harus terus bergerak. Instansi, badan dan asosiasi-asosiasi perlu bekerja sama," kata Yohanes.
• Acara Mata Najwa, Rabu 12/2 Malam, Menangkis ISIS, Live Streaming Trans7 Mulai Jam 20.00 WIB
• Terungkap Alasan Dewi Perssik & Iis Dahlia Jarang Tampil Sebagai di LIDA 2020 Indosiar, Dipecat?
Dia menambahkan, destinasi pariwisata tidak cukup hanya memiliki keindahan alam tetapi perlu sentuhan lain, termasuk pelatihan-pelatihan bagi para pegiat pariwisata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus.)