Terbukti Korupsi, Kades Manamas TTU Divonis Penjara 2 tahun 10 Bulan

Sang bendahara juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Kepala Desa Manamas, Maksimus Elu hendak menuju mobil tahanan Kejari TTU, Selasa (15/10/2019). 

Terbukti Korupsi, Kades Manamas TTU Divonis Penjara 2 tahun 10 Bulan

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Dua terdakwa kasus korupsi dana desa di Desa Manamas, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU, Maksimus Elu dan Maksimus Elu Bobo akhirnya divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (6/2/2020) lalu.

Maksimus Elu yang menjabat sebagai kepala desa Manamas tersebut divonis pidana penjara selama 2 tahun 10 bulan penjara. Selain hukuman badan, Maksimus juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 373 juta dalam waktu 1 bulan sejak keputusan tersebut inkrah.

Sedangkan Maksimus Elu Bobo yang menjabat sebagai bendahara Desa Manamas divonis dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Selain itu, sang bendahara juga diwajibkan membayar ganti kerugian negara sebesar Rp 72 juta.

Kedua terdakwa tersebut divonis dalam sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor, Wari Jumiati, SH, MH dan hakim anggota masing-masing Drs. Gustap P. Marpaung, SH dan Ikrarnieka E. Fau, SH, MH.

Salah satu kuasa hukum dari Maksimus Elu, Narita Krisna Murti, SH menuturkan, apabila kerugian negara tersebut tidak dibayarkan, maka harta benda milik kliennya Maksimus Elu akan disita. Jika hal itu tidak bisa dilakukan, maka akan diganti dengan kurungan penjara selama 1 tahun.

"Klien kami juga wajib membayar denda sebesar Rp 50 juta, jika itu tidak dibayarkan juga maka diganti dengan kurungan penjara selama 1 bulan," ungkapnya.

Sementara untuk bendahara, ungkap Narita, apabila kerugian negara tersebut tidak dikembalikan maka akan dilakukan penyitaan harta atau diganti dengan kurungan penjara 4 bulan. Sang bendahara juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

"Atas vonis tersebut, kita dari kuasa hukum dua terdakwa tadi langsung menerima putusan dari majelis hakim," ujarnya.

Sudah Memenuhi Rasa Keadilan

Menanggapi putusan majelis hakim pengadilan tipikor, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten TTU, Noven Bulan selaku JPU mengungkapkan, vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim lebih rendah dari tuntutan yang diajukan oleh pihaknya. Dimana kedua terdakwa dituntut dengan hukuman penjara masing-masing selama 3 tahun.

Sementara dalam putusan, jelasnya, majelis hakim pengadilan tipikor memvonis kades Maximus Elu dengan pidana penjara selama 2 tahun 10 bulan, sementara untuk bendahara Maximus Elu Bobo divonis dengan pidnaa penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Ini Jumlah SMP di Manggarai Yang Melaksanakan UN Onlne

Lengkap Jadwal Acara TV Senin 10 Februari 2020 SCTV RCTI Indosiar Trans TV TVONE Ada Indonesian Idol

"Sebenarnya vonis tersebut sudah mencerminkan keadilan tapi kita tetap akan gunakan waktu 7 hari yang diberikan untuk berpikir setelah itu baru tentukan sikap," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved