Selasa, 28 April 2026

Reses Anggota DPRD Lembata Gunakan Penerangan Lilin dan Cahaya Handphone

Kegiatan reses Anggota DPRD Lembata gunakan penerangan lilin dan cahaya handphone

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Anggota DPRD Lembata, Yosef Boli Muda terpaksa melanjutkan dialog dan diskusi dengan warga menggunakan lilin dan cahaya handphone saat reses di Dusun Watanlolo, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Jumat (07/02/2020). 

Kegiatan reses Anggota DPRD Lembata gunakan penerangan lilin dan cahaya handphone

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Anggota DPRD Lembata, Yosef Boli Muda terpaksa melanjutkan dialog dan diskusi dengan warga menggunakan lilin dan cahaya handphone saat reses di Dusun Watanlolo, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Jumat (7/2/2020).

Pasalnya, reses yang dijadwalkan akan lebih cepat 1 jam atau rencananya dimulai sekitar Pukul 16.30 Wita, baru terlaksana Pukul 17.15 Wita. Akhirnya, saat sesi dialog, waktu sudah menunjukkan Pukul 17.45. Warga yang hadir sekitar 60-an orang di bawah pohon Nimba itu, memulai dialog dengan kondisi yang gelap gulita.

Sekda Lembata Mengakui Banyak Pelamar dari Luar Daerah, Ini Peringatan Ketua DPRD Petrus Gero

Melihat kondisi ini, beberapa orang warga lalu berinisiatif mengambil lilin di rumahnya masing-masing lalu menyalakan lilin-lilin tersebut. Sementara sebagiannya lagi menyalahkan lampu flash ponsel agar membantu menerangi jalannya reses tersebut.

Abdulrahman yang mewakili warga dusun Watanlolo mengatakan tanpa harus memberitahu pun ia yakin Yos Muda sudah tahu apa kebutuhan dasar apa yang belum terpenuhi di dusun yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari desa induknya itu.

Pemuda Asal Ende Lolos Passing Grade di Lembata

"Saya tidak perlu beritahu Pak Yos pun, beliau sudah tahu apa yang kita butuhkan di sini. Sekarang kita dialog saja pakai lilin dan HP, itu berarti listrik belum ada. Dan kami juga sudah kenyang dengan janji-janji pemerintah", tegas Abdulrahman.

Abdulrahman juga menjelaskan, selama ini sudah 4 kali petugas dari kabupaten datang untuk membersihkan tepi jalan dari desa induk Pasir Putih, menuju dusun Watanlolo. Namun hingga saat ini, belum ada sebatang tiang pun yang ditanam untuk menggantung kabel listrik.

Bahkan menurut tokoh masyarakat Watanlolo ini, pada tahun 2016 lalu sudah ada beberapa rumah warga yang telah terpasang instalasi listrik. Namun menurut dia, mungkin saja pemasangan instalasi tersebut hanya untuk membuat warga terhibur karena selama ini tak ada jaringan listrik yang masuk ke dusun tersebut.

Selain listrik, Abdulrahman juga mengatakan masalah berikut adalah infrastruktur jalan. Ia menuntut agar jalan ke pesisir Nagawutung, mendapat perhatin serius. Maksud dia, kalau jalannya baik dan layak, para nelayan di dusunnya dapat menjual hasil tangkapannya ke kota Lewoleba dengan cepat dan mudah.

Mendengar keluhan warga tersebut, Yos mengatakan soal listrik dan jalan menjadi prioritas perjuangannya di gedung dewan. Ketua Fraksi PKB ini meminta doa dan dukungan warga agar perjuangannya di parlemen dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama wilayah Dapilnya.

"Listrik dan jalan itu A1 dan tahun ini jalan sudah mulai dikerjakan. Lalu soal listrik saya minta warga dengar saya. Kalau ada yang datang pasang instalasi bisa sampaikan ke saya biar tidak ada penipuan," ujar Yos.

Mantan Lurah Lewoleba Tengah itu mengingatkan warga dusun agar tidak menjual tanah kepada orang luar untuk kepentingan privat. Ia tak mau ke depan warganya jadi penonton di tanah sendiri.

Yos juga melakukan klarifikasi soal sikap fraksi PKB yang diisukan menolak mutlak APBD Lembata tahun 2020. Yos menjelaskan sikap Fraksi PKB adalah menolak dengan catatan. Artinya ada item-item anggaran yang dilihat tidak berpihak pada rakyat yang ditolak, bukan keseluruhan postur APBD.

Beberapa jam sebelumnya, Yos Muda juga melakukan reses di desa Babokerong, desa tetangga. Di Babokerong, keluhan warga yang menjadi prioritas perjuangannya adalah air minum bagi warga.

Selain menampung aspirasi warga, Yos juga memberikan sejumlah sumbangan kepada Majelis Taklim di dua desa tersebut. Bahkan di dusun Watanlolo, Yos mengatakan beban pajak untuk seluruh warga desa Pasir Putih selama lima tahun ke depan, menjadi tanggungannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved