Kamis, 9 April 2026

Kakek Tikam Ponakan di Malaka

Paman Wenseslaus Berusaha Menyelamatkan Diri dari Serangan Ponakan Vinsensius

Paman Wenseslaus Bau Tae Bria berusaha menyelamatkan diri dari serangan keponakan Vinsensius Nana

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Vinsensius Nana, korban penganiayaan oleh pamannya sendiri saat dirawat Klinik Susteran Nurobo 

Paman Wenseslaus Bau Tae Bria berusaha menyelamatkan diri dari serangan keponakan Vinsensius Nana

POS-KUPANG.COM | BETUN - Niat menenangkan ponakan yang buat resah dalam rumah dan tetangga sekitarnya, sang Paman atasnama Wenseslaus Bau Tae Bria (65) dianiaya ponakannya, Vinsensius Nana (25).

Untuk menyelamatkan diri dari tindakan penganiayaan tersebut, sang paman menikam ponakannya menggunakan pisau di tubuh bagian dada sebanyak dua kali hingga ponakannya sekarat.

Ini yang Disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Saat Bertemu Menteri Pertahanan Prabowo

Korban dilarikan ke Klinik Susteran Nurobo untuk mendapat pertolongan medis. Saat ini, kondisi korban sudah membaik.

Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno melalui Kapolsek Laenmanen, Iptu Benediktus Bau yang dihubungi via telepon selulernya, Minggu (9/2/2020) menuturkan, kejadian bertempat di Dusun Niamuti, Desa Tniumanu Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Senin (3/2/2020) pukul 19.30 Wita.

Kepolisian dan Warga Laenmanen-Malaka Berhasil Mendapatkan Kembali Sapi yang Dicuri

Menurut Kapolsek, pelaku terpaksa menikam korban sebagai upaya menyelamatkan diri ketika dianiaya korban. Korban mendapat dua tusukan pisau di tubuh bagian dada.

Sedangkan pelaku yang adalah paman korban sudah diamankan polisi satu hari pasca kejadian. Kasus ini sedang ditangani Polsek Laenmanen, Polres Malaka.

Kasus ini berawal, ketika pelaku (paman korban-Red) hendak menenangkan ponakannya, Vinsensius Nana yang saat itu dalam kondisi mabuk miras. Tak hanya mabuk, korban membuat reseh di lingkungannya.

Korban melempari rumah-rumah warga sekitar. Beberapa warga berusaha menenangkan dan menegurnya, tetapi, semakin ditegur, korban malah semakin memberontak.

Sebagai paman, pelaku mendekati korban dan berusaha menenangkannya. Tetapi, korban tidak peduli, malah korban sempat memukul pelaku di bagian wajah hingga pelaku jatuh. Tak sampai disitu, korban menendes tubuh pelaku dan mencekik lehernya sehingga pelaku sulit bernapas.

Dalam keadaan terdesak, pelaku menggambil pisau yang ada dalam sarung tempat sirih pinang lalu menikam korban dua kali di bagian dada sehingga korban tak berdaya.

"Korban ini mabuk miras. Dia tidak bisa ditegur, tahu saja anak muda. Saat pamanya tegur, dia malah pukul pamannya. Dia banting, tendes dan cekik lehernya sampai pamannya susah bernapas. Karena terdesak, pelaku berusaha menyelamatkan diri. Mungkin dia teringat ada pisau yang biasa pakai potong pinang lalu dia ambil pisau itu dan tusuk dari bawa ke dada korban sebanyak dua kali," terang Kapolsek.

Sesaat setelah kejadian, Kapolsek Benediktus mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau. Korban dievakuasi ke Klinik Susteran Nurobo untuk mendapat pertolongan medis.

Sedangkan, pelaku sempat melarikan diri. Atas kerja keras Kapolsek Benediktus bersama anggota dan kerjasama dengan warga Laenmanen, pelaku berhasil diringkus pada keesokan harinya, Selasa (04/02/2020) pagi sekira pukul 06.00 wita.

Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan apa pun. Dia bersembunyi di Kantor Desa Uabau. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved