Bangun PLTS Atap 100 Titik di NTT, Total 800 Titik di 17 Provinsi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop di 800 titik, NTT dapat 100 titik

Bangun PLTS Atap 100 Titik di NTT, Total  800 Titik di 17 Provinsi
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
PLTS ini dapat memfasilitasi kebutuhan listrik untuk 1.114 pelanggan baru dan prosentasi Energi Baru dan Terbarukan di NTT menjadi sebesar 13,91 %. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop alias PLTS Atap di 800 titik pada tahun ini.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Puspa Dewi mengungkapkan, anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp 175 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Puspa, anggaran itu melonjak naik dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp 39,3 miliar.

"Kapasitas dibangun pada 2019 sejumlah 1.785 kWp (kilowatt peak). 2019 masih kecil alokasi anggaran dibanding tahun ini," kata Puspa saat dihubungi Kontan.co.id, Jum'at (7/2).

PLTS atap tahun lalu dibangun di sejumlah kantor pemerintahan pusat dan juga pondok pesantren.
Adapun, target total kapasitas PLTS Rooftop yang akan dibangun tahun ini masih dalam perhitungan.
Puspa mengatakan, rencananya lelang untuk program ini baru akan digelar pada Maret mendatang. Lelang tersebut bersifat umum dan bisa diikuti oleh badan usaha.

Yuk ! Nikmati 4 Manfaat Berenang di Malam Hari Bagi Tubuh

"Total kapasitas (PLTS rooftop tahun ini) masih belum pasti. Untuk akuratnya nanti kita hitung dan cek lagi setelah kontrak," sebutnya.

Adapun, 800 titik pembangunan PLTS atap tahun ini tersebar di 17 provinsi. Dengan rincian, Sumatera Utara (15 unit), Sumatera Selatan (15 unit) Bangka Belitung (30 unit), Lampung (20 unit).

Selanjutnya, ada di Jawa Tengah (94 unit) Jawa Timur (100 unit), Bali (90 Unit), Kalimantan Utara (70 unit), Kalimantan Tengah (20 unit), Nusa Tenggara Timur (100 Unit). Berikutnya Sulawesi Barat (15 unit), Sulawesi Selatan (15 unit), Sulawesi Utara (80 unit), Maluku Utara 40 unit, Maluku (20 unit), Papua Barat (30 unit), dan Papua (46 unit). (kontan)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved