Sabtu, 30 Mei 2026

Otomotif

INI DIA Beda Busi Racing Iridium dengan Busi Standar, Amankah Dipakai untuk Motor Mesin Standar?

Perbedaan Busi Racing Iridium dengan Busi Standar, Amankah Dipakai Harian untuk Motor Mesin Standar?

Tayang:
Editor: Bebet I Hidayat
Kompas.com
INI DIA Beda Busi Racing Iridium dengan Busi Standar, Amankah Dipakai untuk Motor Mesin Standar? 

TAK sedikit pengguna sepeda motor baik motor sport atau motor tua bangka (motuba) atau motor klasik, pakai busi racing atau Busi Racing Iridium.

Bila pakai motuba seperti motor Honda Impressa tahun produksi 1998-2000 bermesin standar 100 CC, amankah jika menggunakan Busi Racing Iridium untuk harian?

Mengutip GridOto, kita bisa mengetahui perbedaan Busi Racing Iridium dengan busi standar, yang kini busi jenis iridium menjamah pasar roda dua.

Tapi kamu tahu enggak sih perbedaan Busi Racing Iridium dengan standar?

Menurut Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, ada beberapa perbedaan Busi Racing Iridium dengan busi standar.

"Yang paling terlihat perbedaan adalah bahan penyusun ujung elektroda pusat dan elektroda ground," ungkap Diko.

"kalau yang standar, elektroda pusatnya dibuat dari nikel atau platinum, kalau Busi Racing Iridium dari bahan iridum," tambahnya.

Api busi standar (Isal/GridOto.com)

Bahan iridium atau iridum alloy punya sifat pengantar listrik dan penolak panas yang baik, seperi dikutip GridOto.com dari Ensiklopedia Britannica.

Selain itu, bentuk elektroda ground antara busi biasa dan Busi Racing Iridium berbeda.

"Kalau  iridium itu elektroda groundnya sudah berbentuk taper cut," ujar Diko.

Secara penglihatan, elektroda ground yang berbentuk tapper cut itu lebih kecil.

Api busi iridium (Isal/GridOto.com

"Jadi api bisa fokus dan merata, berbeda dengan yang masih standar, api cenderung meletup dan melebar," tambahnya.

Efeknya, pihak NGK mengklaim kalau busi iridium besutannya mampu buat motor 'enggak bersahabat' dengan pom bensin.

"Jadinya konsumsi bahan bakar lebih irit dan tarikan lebih enteng," pungkasnya.

Dampak Buruk

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved