Warga Boafeo Minta Mesin Pemecah Kemiri
Warga Desa Boafeo, Kecamatan Maukaro,Kabupaten Ende, meminta kepada pemerintah untuk menyediakan mesin pemecah kemiri pasalnya hingga kini warga masih
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius
POS-KUPANG.COM,ENDE---Warga Desa Boafeo, Kecamatan Maukaro,Kabupaten Ende, meminta kepada pemerintah untuk menyediakan mesin pemecah kemiri pasalnya hingga kini warga masih menggunakan cara tradisional untuk memecah kemiri.
Lin Lendo warga, Boafeo mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (6/1/) di Boafeo.
Lin mengatakan bahwa di Desa Boafeo banyak menghasilkan kemiri namun demikian belum memberikan hasil yang optimal karena proses pemecahannya masih menggunakan cara tradisional.
Menurutnya apabila menggunakan mesin maka hasilnya bisa lebih maksimal dioleh pasca panen.
• BREAKING NEWS: Kasus Curanmor di Ende, Polisi Tangkap 4 Tersangka
“Iya dari dulu hingga kini kami masih menggunakan pelepah pinang kering untuk memecahkan kemiri,”kata Lin.
Selain soal mesin pemecah kemiri, Lin mengatakan bahwa saat ini harga kemiri juga menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang bisa menembus harga Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu. Sedangkan saat ini Rp 25 ribu perkilo.
Kemiri yang telah dipecahkan lalu dibawa ke Kota Ende karena telah ada pedagang yang telah siap untuk membelinya,ujar Lin.
Lin berharap suatu saat harga kemiri bisa kembali naik sehingga terasa setimpal dengan usaha warga mencari kemiri di kebun maupun hutan.
“Iya kemiri kami cari di hutan lalu dibawa ke rumah dan dijemur setelah dirasa cukup kering dipecahkan menggunakan pelepah pinang yang telah kering,”kata Lin.
Pantuan Pos Kupang.Com, tampak Lin sedang asyik memecahkan kemiri menggunakan pelepah pinang kering yang dipukul diatas batu guna mengeluarkan isi kemiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pemecah-kemiri-4.jpg)