Lakukan Hal Ini Guys Agar Pernikahan Tidak Segera Berakhir !

kisah yang ia bagikan lewat thread di Twitter sempat jadi trending topic dan perbincangan hangat lantaran sangat mengaduk-aduk emosi.

Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Lakukan Hal Ini Guys Agar Pernikahan Tidak Segera Berakhir !
Net
Ilustrasi

Menurut Cook, J. M, seperti dikutip oleh Goodtheraphy.com, penderita trauma cenderung mengalami penurunan kepuasan hubungan, bersama dengan gangguan ekspresi emosi, aktivitas seksual, keintiman, komunikasi, dan penyesuaian.

“Mereka dengan PTSD (post-traumatic stress disorder) memiliki tingkat perpisahan dan perceraian yang lebih tinggi daripada rekan-rekan non-PTSD mereka,” jelasnya.

Lantas, bagaimana jika kita memiliki pasangan yang memiliki trauma di masa lalu? Apakah hubungan tak akan bertahan?

Tak selalu begitu, ada satuhal yang mesti perhatikan.

Apa itu?

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah pola komunikasi kita dengan pasangan.

Sebab, komunikasi memegang peranan penting dalam menjalankan sebuah hubungan.

Terdengar klise memang, tapi benar adanya.

Jika tak ada komunikasi dan keterbukaan tentang trauma yang dialami, maka bukan tak mungkin hubungan kandas dan berakhir miris.

Maka itu, ada baiknya kita mengajak pasangan untuk berkomunikasi serta bercerita sesering dan seterbuka mungkin tentang trauma yang dialaminya.

Tentang apa-apa saja yang mengganggu dan membuat pasangan sulit mengatasi traumanya.

Usahakanlah membuat semua permasalahan menjadi jelas dan tuntas di antara kalian berdua.

Sehingga, kita pun bisa mencurahkan perhatian untuk memahami dan mencermati perasaan pasangan serta apa saja hal yang bisa memicu traumanya kembali, dengan lebih bijak.

Yap, karena pasangan memiliki trauma, maka kita pun harus lebih berhati-hati dalam bersikap agar tidak menyinggung pasangan.

Itulah mengapa kita perlu mencermati pola-pola yang ada.

Pikap Terguling 3 Kali, 17 Penumpang Terpental, Suyadi Tewas Mengenaskan

Tata Cara, Niat, Keutamaan Sholat Tahajud, Waktu Solat Malam Agar Doa Dikabulkan Allah SWT

Meski begitu, jangan kita memaksa memperbaiki atau menyembuhkan trauma dan gejala yang ada pada pasangan.

Ingatlah bahwa penyembuhan dari trauma membutuhkan waktu.

Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah selalu ada untuk mendengarkan pasangan dan berempati karenanya.(*)

Sumber: Nova
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved