Ditolak Pemprov Bali, 17 Warga Timor Leste Dievakuasi dari Wuhan ke Selandia Baru

Sebanyak 17 warga Timor Leste yang ditolak Pemerintah Provinsi Bali akhirnya dievakuasi Pemerintah Selandia Baru dari Wuhan China tempat terjadi wabah

KOMPAS.com/Mirror
Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Air New Zealand turut mengevakuasi 17 warga Timor Leste dari Wuhan China. 

Ditolak Pemprov Bali, 17 Warga Timor Leste Dievakuasi dari Wuhan ke Selandia Baru

POS-KUPANG.COM, AUCKLAND - Sebanyak 17 warga Timor Leste yang ditolak Pemerintah Provinsi Bali akhirnya dievakuasi Pemerintah Selandia Baru dari Wuhan China tempat terjadi wabah virus corona.

Hal dilakukan atas permintah Pemerintah Timor Leste sebelumnya. Ke-17 warga Timor Leste itu termasuk dalam 190 orang yang dievakuasi menggunakan pesawat dari Selandia Baru.

Selain Negeri "Kiwi", peswat itu juga membawa warga dari Inggris, Australia, beberapa negara Pasifik, dan paramedis, dokter, dan staf, baik dari kementerian luar negeri maupun kementerian dalam negeri dari Wuhan.

Dilansir The Guardian Rabu (5/2/2020), pesawat dari maskapai Air New Zealand itu mendarat di Auckland sebelum pukul 18.00 waktu setempat.

Tidak ada penumpang dalam pesawat yang sakit atau menunjukkan gejala virus corona. Namun, satu orang sempat dilarang terbang setelah gagal dalam pemeriksaan kesehatan pra-terbang.

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Selandia Baru, terdapat 54 warganya. Kemudian 44 residen permanen berpaspor China.

Lalu 23 orang asal Australia beserta 12 residen permanen menggunakan paspor Negeri "Panda", delapan orang dari Inggris, 17 dari Timor Leste.

Kemudian 17 orang adalah warga Papua Nugini, lima warga Samoa, empat dari Tonga, dua penduduk Fiji, dan empat sisanya dari negara lain.

Sebanyak 60 penumpang yang sudah mendaftar terlambat datang, dengan ada yang juga memutuskan menarik diri dari manifes penerbangan.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved