Selasa, 28 April 2026

Petani Nunkurus Menjerit, Padi Sawah Tadah Hujan Terancam Gagal Panen

Petani sawah tadah hujan di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, saat ini menjerit.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
The Mullica Hill Sun
suhu panas 

Petani Nunkurus Menjerit, Padi Sawah Tadah Hujan Terancam Gagal Panen

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Petani sawah tadah hujan di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, saat ini menjerit.

Pasalnya, sudah sebulan ini petani tidak turun lagi di sawah karena pasokan air untuk padi dan jagung sudah tidak ada lagi. Hal ini karena hujan sudah tidak turun lagi dan sumur bor-pun tidak ada.

Hal ini diungkapkan petani asal Nunkurus, Nimrot Suan dan Yunus Talas ketika ditemui di DPRD Kabupaten Kupang, Selasa (4/2). Kehadiran kedua petani dan rekan-rekannya mau bertemu pimpinan Dewan karena menghadapi persoalan ancaman gagal tanam karena ketiadaan hujan.

Nimrot menjelaskan, sejak hujan pertama beberapa waktu lalu, petani di Nunkurus khususnya tiga dusun yang ada melakukan penanaman jagung dan padi di lahan sawah tadah hujan.

Saat ini, kata Nimrot, jagung dan padi sudah tumbuh tapi karena hujan yang turun tidak menentu, menyebabkan kondisinya memprihatinkan. Padi dan jagung terancam kering karena pasokan air tidak ada.

"Kami sudah satu bulan ini tidak turun ke sawah lagi. Mau turun juga buat apa karena pasokan air tidak ada yang kita bisa urus masuk ke lahan. Jagung dan padi yang mengalami kekurangan air milik warga di beberapa dusun yakni, Dusun Satu Uer, Dusun Padang Berigin, Dusun Kakabai dan Dusun Laus," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Yunus Talas. Menurutnya, hujan tidak turun di Nunkurus sejak Januari lalu sampai saat ini. Rata-rata padi dan jagung sudah layu dan bahkan berwarna kekuningan akibat pasokan air yang kurang.

Dijelaskannya, sumur bor yang diharapkan bisa membantu tapi debitnya turun drastis. Walaupun waktu kunjungan Presiden Jokowi saat memantau lahan garam, Gubernur NTT sempat menginformasikan bahwa akan dibangun 30 titik sumur bor, tapi sampai sekarang pihaknya belum mendapat kepastian.

"Kami datang bertemu pimpinan dan anggota dewan untuk melihat kondisi ini. Kami harapkan pemerintah dan dewan bisa turun lihat kondisi padi dan jagung yang terancam kering," ujar Yunus.

Polwan Cantik Selingkuh Sama Kanit Polres Asyik Berzina di Hotel, Digerebek Suami yang Juga Polisi

Korban Pemerkosaan Mengaku dari Wuhan dan Terkena Virus Corona, Pelaku Langsung Kabur

Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas mengatakan, persoalan ini harus segera ditanggapi Pemkab Kupang. Pemda khususnya dinas teknis segera turun ke lapangan untuk mendata berapa luas lahan dan dimana saja yang kondisinya sudah kritis.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved