Sudah 10 Anak Smater Maumere Belajar ke Jepang, Ini Datanya
Dua tahun terlibat dalam Asia Kakehashi Project, program beasiswa pertukaran pelajar ke Jepang, SMAK Frateran (Smater) Maumere di Pulau Flo
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM,MAUMERE---Dua tahun terlibat dalam Asia Kakehashi Project, program beasiswa pertukaran pelajar ke Jepang, SMAK Frateran (Smater) Maumere di Pulau Flores telah mengutus 10 anak didiknya. Program tersebut didanai penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Jepang (MEXT).
Ketua Yayasan Mardiwiyata Malang, Frater Polikarpus, BHK,kepada pos-kupang,com, Selasa (4/2/2020) menjelaskan program ini memberikan beasiswa penuh bagi siswa/i SMA/SMK/sederajat di Indonesia.
• Bursa Lowongan Kerja: BUMN PT Pelindo II Buka Lowongan, Lihat Posisi dan Cek Persyartaan
“Peserta berkesempatan mendalami sistem pendidikan, budaya dan kehidupan sehari-hari di Jepang. Selama masa program, peserta akan tinggal dengan keluarga yang ada di Jepang dan bersekolah di SMA setempat. Beberapa peserta mungkin akan menempati asrama sekolah,” kata Frater Polikarpus.
Selama menjalani program ini,demikian Frater Polikarpus, peserta mempelajari kehidupan di Jepang. Mereka juga mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar melalui kegiatan yang dilaksanakan dan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Selain itu, peserta juga berkesempatan mengembangkan keterampilan pribadi dan kepemimpinan.
Program pertukaran pelajar ini diselenggarakan setiap tahun. Dalam proses seleksi, panitia tidak membedakan agama, ras, atau suku untuk menjadi duta muda Indonesia dalam program ini.
• Geoffrey Castillion Disodori Kontrak Pelatih Persib Bandung Robert Alberts, Ini Jawabannya
Frater Polikarpus mengatakan, saat ini ada tujuh siswi Smater Maumere menjalani program ini di Jepang, yakni Thesa Silewe di Hokaido, Tiara Resi di Senday, Fany Luis di Osaka, Gloria Tabitha di Okinawa, Tyas Putri di Ehime, Ling Lay di Toyohashi, dan Sandra Making di Nagoya. Sedangkan Ramai Gadi Djou mengikuti program di Palermo, Italia dan Petrasia Depe Gani di Ohio, Amerika Serikat. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo’a).
