Hari Ini, Keluarga Lamaholot Kupang Gelar Silaturahmi dan Sarasehan Budaya
Hari ini, keluarga Lamaholot Kupang gelar silaturahmi dan sarasehan budaya
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Hari ini, keluarga Lamaholot Kupang gelar silaturahmi dan sarasehan budaya
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ikatan Keluarga Besar Lamaholot ( IKAL) di Kota Kupang akan menggelar silaturahmi tahun baru "Meneguhkan Persaudaraan Lamaholot" dan Sarasehan budaya Lamaholot, hari ini, Jumat (31/1/2020).
Tradisi yang digelar untuk membina keakraban dan memperkuat persaudaraan warga Lamaholot di kota Kupang dan sekitarnya ini akan digelar di Aula Balai Dikmas NTT, Jalan Perintis Kemerdekaan Kayu Putih Kota Kupang, NTT.
• Sidang Korupsi Dana Desa, Ternyata Pengerjaan Proyek Desa Weulun Malaka Tanpa Kontrak
Kegiatan yang menghimpun keluarga besar Lamaholot dari Lima Watan yakni Watan Solor, Watan Flores Darat, Watan Adonara, Watan Lembata, dan Watan Alor ini dilaksanakan dengan tujuan prinsipil membina kekeluargaan dan keakraban serta memupuk semangat untuk ikut membangun kupang dan NTT lebih baik lagi.
• Bahas Perkembangan Situasi Jelang Pilkada, Dandim 1618 TTU Bertemu Kapolres
Ikatan persaudaraan kelima Watan ini selalu digelorakan melalui ungkapan yang diwariskan oleh para leluhur dan tetap terjaga dan terawat hingga saat ini, yaitu "Solor Watan Lema, Galiau Watan Lema". Semboyan inilah yang mengikat dan mempersatukan kelima Watan sebagai saudara.
"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh warga Lamaholot di Kupang dan sekitarnya bersatu padu bergandengan tangan, saling menopang, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang semakin kompleks dewasa ini," terang Ketua IKAL Dr. Kotan Y. Stefanus, S.H, M.Hum dalam jumpa pers di Kupang pada Kamis (30/1/2020).
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan Sarasehan Budaya bertema "Aktualisasi Nilai Kelamaholotan" pada pukul 14.00 Wita.
Sarasehan ini menghadirkan pembicara pengantar terdiri dari Drs. Frans Lebu Raya (Sesepuh Lamaholot dan mantan Gubernur NTT), Dr. Karolus Kopong Medan, S.H, M.Hum (Dosen Fakultas Hukum Undana), Drs. Alex Ena, M.Si (anggota DPRD), dan Dr. Blajan Kondradus, M.Si (Dosen Fisip Undana) dipandu moderator Ir. Robert Raya Wulan, M.T, Dosen Fakultas Teknik Unika Widya Mandira Kupang.
Selain pembicara, narasumber dari kelima Watan juga akan diberi kesempatan untuk menyampaikan pemikirannya tentang nilai-nilai kelamaholotan dalam versi Solor, Flores Timur Daratan, Adonara, Lembata dan Alor.
"Memadukan kegiatan sarasehan ke dalam kegiatan silaturahmi ini sangat penting dilakukan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kelamaholotan dalam kehidupan dewasa ini yang sudah semakin mengglobal," kata Dr Kopong Medan.
Ia menjelaskan, upaya mengaktualisasikan nilai kelamaholotan ini penting dilakukan agar nilai-nilai warisan leluhur ini tetap terjaga, terawat, dan dapat terns diimplementasikan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan global dewasa ini.
Sarasehan ini, katanya, dimaksudkan pula sebagai titik awal untuk menghimpun hasil pemikiran tentang Lamaholot, terutama hasil karya putera-puteri Lamaholot sendiri.
"Menurut catatan kami, sudah cukup banyak kajian tentang Lamaholot yang dihasilkan oleh putera-puteri Lamaholot mengenai berbagai bidang kehidupan, seperti sosial kemasyarakatan, budaya, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, agama dan kepercayaan, arsitektur, dan sebagainya. Karya-karya yang demikian bagus itu, sangat disayangkan kalau hanya disimpan di rak-rak buku tanpa dipublikasikan," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Hery Boli menambahkan, usai sarasehan, akan dilanjutkan dengan acara silaturahmi yang diisi dengan acara ibadat sabda, "bua-behin" (makan dan minum) bersama, dan acara "mura-rame" (hiburan) berupa tarian kolosal dolo-dolo, sole oha, lego-lego, beku, dan sebagainya.
Diperkirakan ribuan warga Lamaholot di Kupang dan sekitarnya akan mengikuti acara silaturahmi Lamaholot tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/hari-ini-keluarga-lamaholot-kupang-gelar-silaturahmi-dan-sarasehan-budaya.jpg)