Sabtu, 11 April 2026

WHO Akui Salah Menilai Risiko Virus Corona di Wuhan China

WHO menilai bahwa risiko global akibat virus corona di China tergolong sedang.

Editor: Agustinus Sape
REUTERS/Pierre Albouy
WHO 

Ketika WHO akui salah menilai risiko virus corona di Wuhan China

POS-KUPANG.COM - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization ( WHO) mengakui ada kesalahan dalam penilaian risiko virus mematikan China pada Senin, 27 Januari 2020.

Kesalahan ini ditemukan dalam catatan kaki pada laporan hari Kamis, Jumat, dan Sabtu lalu. WHO menilai bahwa risiko global akibat virus corona di China tergolong sedang.

Sedangkan pada Minggu malam, dalam laporan situasi, badan PBB yang berbasis di Jenewa Swiss tersebut mengatakan bahwa risiko yang disebabkan virus corona sangat tinggi di China, tinggi di tingkat regional, dan tinggi di tingkat global.

Namun, koreksi penilaian risiko global bukan berarti keadaan darurat kesehatan internasional telah diumumkan.

Pada hari Kamis, WHO berhenti menyatakan virus corona baru sebagai "darurat kesehatan masyarakat" yang menjadi perhatian internasional. Itu merupakan suatu penunjukan langka yang hanya digunakan untuk wabah terburuk yang akan memicu tindakan global.

Virus corona jenis baru ini pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, China, pada 31 Desember, yang telah menginfeksi lebih dari 4.193 orang di seluruh dunia.

Dilansir dari ScienceAlert (28/1/2020), terhitung sebanyak 106 orang meninggal dunia di China.

Kesalahan WHO dinilai "cukup besar"

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sedang mengunjungi China minggu ini untuk membahas cara-cara mengatasi wabah.

Menurut dia, darurat kesehatan masyarakat atau penunjukan langka tersebut dapat diubah setiap saat.

"Ini darurat di China, tetapi belum menjadi darurat kesehatan global. Ini mungkin belum menjadi satu," katanya.

Ia juga menegaskan, WHO kini telah menilai bahwa risiko dari wabah virus jenis baru tersebut sangat tinggi di China, regional, dan global.

Petugas medis berada di pintu masuk ruang isolasi penyakit menular tempat dirawatnya wisatawan berkewarganegaraan China yang diduga terjangkit virus corona di RSUD Provinsi NTB di Mataram, Selasa (28/1/2020).
Petugas medis berada di pintu masuk ruang isolasi penyakit menular tempat dirawatnya wisatawan berkewarganegaraan China yang diduga terjangkit virus corona di RSUD Provinsi NTB di Mataram, Selasa (28/1/2020). (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

Kategori yang digunakan WHO untuk mengevaluasi risiko global mencakup tingkat keparahan, penyebaran, dan kapasitas untuk mengatasinya.

Susunan kata yang tepat

Kritikus telah beberapa kali mengkritik susunan kata dan pendekatan yang dilakukan oleh WHO terhadap kasus wabah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved