Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Pemerintah Kota ( pemkot) Surabaya membangun waduk mini di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, tepatnya di depan gedung TVRI Jawa Timur

Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Pemerintah Kota Surabaya membangun mini bosem atau waduk mini di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, untuk mengantisipasi agar banjir tidak terjadi kembali di kawasan yang memiliki struktur tanah rendah. 

POS-KUPANG.COM | SURABAYA - Pemerintah Kota ( pemkot) Surabaya membangun mini bosem atau waduk mini di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, tepatnya di depan gedung TVRI Jawa Timur.

Mini bosem dibuat di ruang terbuka hijau agar dapat menampung limpahan air hujan dari kawasan Dukuh Kupang.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan ( DPUMP) Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, pembangunan mini bosem ini sendiri sudah dilakukan sekitar seminggu lalu.

Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka, Begini Kronologinya

Lahan milik Pemkot Surabaya yang berada di depan gedung TVRI itu digunakan sebagai tampungan air.

"Tampungan sebentar, untuk mengurangi beban (aliran air) yang ke bawah," kata Erna, saat dikonfirmasi Sabtu (25/1/2020).

Karena letak lahannya miring, mini bosem yang dibangun tersebut, menurut Erna, berukuran 50 x 15 meter.

Stef Lengkong Senang Berbagi di Tahun Baru Imlek

Di sisi utara memiliki kedalaman 3 meter sedangkan di sisi selatan 2 meter. Untuk mempercepat proses pengerjaan, pihaknya menerjunkan beberapa alat berat beserta puluhan petugas DKRTH dan DPUBMP. "Seminggu lagi kita targetkan selesai," ujar Erna.

Erna mengakui, saat terjadi hujan lebat hingga mengakibatkan banjir di sekitar Jalan Mayjen Sungkono, Rabu (15/1/2020) lalu, hal itu disebabkan adanya bottle neck (hambatan aliran air) di depan Darmo Park.

"Bottle neck terjadi karena ukuran box culvert-nya 2x2 meter, namun di depan Darmo Park 60x60 cm," terang dia.

Sebelumnya, pihaknya juga mengaku sudah dilakukan lelang beberapa kali, namun mereka terkendala dengan adanya gardu PLN, dan kabel fiber optic (FO) yang begitu banyak.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved