Kabar Artis
Selalu Dihujat dan Disebut Pelakor, Mayangsari Bagi-bagi Tips Kecantikan Tanpa Operasi Plastik
Selalu Dihujat dan Disebut Pelakor, Mayangsari Bagi-bagi Tips Kecantikan Tanpa Operasi Plastik
Sebelumnya Ny Jenny sempat menyatakan tentang kemungkinan Khirani Trihatmodjo adalah anak hasil hubungan Mayangsari dan sang putra.
"Yang jelas, saya dan keluarga ingin tahu kebenarannya," katanya.
Ia pernah mengimbau agar dilakukan tes DNA pada Khirani Trihatmodjo.
Sebab hanya lewat tes DNA kebenaran akan terungkap, bukan dengan cara melihat kemiripan atau melihat foto belaka lalu ditarik kesimpulan bahwa Adi Firansyah adalah ayah biologis Khirani Trihatmodjo.
"Saya belum percaya kalau dibilang tes DNA negatif (bukan anak Bambang- -Red). Saya baru percaya kalau hasil tes DNA Adi serahkan kepada saya," ucapnya Jumat (28/3/2008).
Jika akhirnya terbukti Khirani Trihatmodjo anak Adi Firansyah, Jenny akan menerimanya dengan senang hati.
Namun, saat ini ia tak percaya hal-hal yang tidak ada buktinya.
Sebelumnya, Jenny juga mengaku sempat tahu kalau sang putra memang memiliki hubungan spesial dengan Mayangsari.
Bahkan, dua hari setelah Adi Firansyah meninggal, Mayangsari sempat datang ke rumahnya.
Lalu Mayangsari juga sempat bertemu Jenny dan menitipkan sebuah pesan.
"Aku inget banget, karena aku masih shock dia bilang mama jangan lupa makan," katanya.
Ayah Mayangsari Buka Suara Soal Ayah Khirani Trihatmodjo
Sementara itu, ayah kandung Mayangsari, Ki Soegito Poerbotjarito (67) mengatakan tak percaya akan hasil tes DNA itu dan menilainya palsu.
Dalang kondang di eks Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah ini tetap yakin, Khirani Trihatmodjo merupakan buah hati pasangan Mayangsari (anak Soegito dari istri ketiga, Ny Larasatun Woro Cengkir Gading) yang kerap dipanggil Mayang dan putra ketiga mantan Presiden Soeharto, Bambang Trihatmodjo yang dikenal juga sebagai Bambang Soeharto.
Soegito juga mengungkapkan, sewaktu Khirani Trihatmodjo lahir, dokter yang menanganinya menolak melakukan tes DNA, menyusul wacana yang kala itu sudah muncul, entah siapa yang mengembuskan.
Test DNA adalah untuk mengidentifikasi secara genetika status seorang bayi atau anak untuk mengetahui orang tua (ayah) aslinya.
"Saya waktu itu mendengar langsung dari dokter RS Internasional Bintaro yang menangani proses persalinan Mayang. Mereka tidak mau melakukan tes DNA," ujar Soegito tanpa menyebutkan alasannya.
Soegito mengaku ingat betul, Mayangsari yang saat itu berusia 35 tahun, melahirkan bayi perempuan di RS Internasional Bintaro dengan berat badan 2,6 kg dan panjang 46 cm.
Bayi yang diberi nama Khirani Siti Hartina Trihatmodjo alias Kiran atau Khirani Trihatmodjo itu lahir pukul 05.46 melalui operasi caesar.
Dua hari setelah persalinan, 2 April 2006, Mayangsari meninggalkan RS Internasional Bintaro.
Sambil mendekap buah hatinya, ia dijemput Bambang Soeharto, Ny Larasatun Woro Cengkir Gading (ibunda Mayang), Gita Laras Wahyuni Retno Dewanti (adik kandung Mayang, sekaligus manajernya), Soegito, dan desainer Adjie Notonegoro.
Soegito mengaku sudah kebal terhadap suara-suara miring yang memojokkan Mayangsari.
"Biasalah, manusia punya mulut, ya memang untuk bicara. Mau bicara apa saja silakan. Saya tak terlalu memedulikannya. Justru saya mendoakan mereka yang memojokkan Mayang segera sadar akan perbuatannya. Tuhan Maha Tahu," ujarnya.
Dalam filosofi Jawa, sambung Soegito, geni aja dilawan karo geni (jangan melawan api dengan api).
"Kalau api dilawan dengan api, ya akan menyala. Artinya, kalau omongan keras dan kasar dilawan dengan keras dan kasar juga, apalagi emosional, ya akan berbahaya. Prinsip saya, omongan orang yang memojokkan Mayang, biarkan saja, nanti toh akan berhenti sendiri. Di sini saya menerapkan prinsip, geni ya kudune dilawan karo banyu (seharusnya api dilawan dengan air). Pasti api itu akan padam," ujar Soegito. (*)
Artikel ini telah tayang di https://wiken.grid.id/amp/391996545/dituding-jadi-pelakor-rumah-tangga-bambang-trihatmodjo-mayangsari-bongkar-resep-kecantikannya-lebih-baik-sombong?page=all