Diskusi Kitab Suci Jelang Hari Minggu Sabda Allah
Oleh Paus Fransiskus, minggu ke tiga masa biasa dalam penanggalan liturgi Gereja Katolik, ditetapkan sebagai Minggu Sabda Allah
POS-KUPANG.COM - Oleh Paus Fransiskus, minggu ke tiga masa biasa dalam penanggalan liturgi Gereja Katolik, ditetapkan sebagai Minggu Sabda Allah dengan surat apostolik "Aperuit Illis".
Seruan Bapa Paus Fransiskus ini diharapkan mampu menggerakan umat Katolik untuk lebih mencintai Kitab Suci dengan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kitab suci.
Ada 3 (tiga) kegiatan utama yang dilakukan yakni perayaan Minggu Sabda Allah, pendalaman Kitab Suci dan Penyebaran Kitab Suci.
• Kepala BPBD Sumba Barat Imbau Masyarakat Pesisir Pantai Waspada Bencana Alam
Menanggapi seruan Bapa Paus ini, Keuskupan Agung Kupang ( KAK) melalui Komisi Kitab Suci Keuskupan, mengkonkritkan ketiga kegiatan di atas dalam berbagai kegiatan seputar kitab suci atau Sabda Allah, di antaranya adalah Diskusi Kitab Suci, Pendalaman Kitab Suci, Sharing dan Talk Show Kitab Suci bersama umat dan kelompok kategorial lainnya dalam paroki-paroki dalam lingkup Keuskupan Agung Kupang (KAK).

Ketua Komisi Kitab Suci KAK, RD. Sipri Senda, bekerjasama dengan kelompok relawan Kitab Suci KAK dan Dosen serta beberapa mahasiswi Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas) KAK, terlibat aktif untuk kegiatan tersebut.
Kamis, 23 Januari 2020, jam 17.00 WITA, bertempat di Kelompok Umat Basis (KUB) St. Lukas Stasi Hati Kudus Yesus Bimoku, Paroki St. Yosef Pekerja Penfui, Komisi Kitab Suci bersama tim menggelar Diskusi Kitab Suci bersama umat dan Orang Muda Katolik (OMK) dalam KUB tersebut.
• Pilkada Sumba Timur, Panwascam Pahunga Lodu Edarkan Surat Imbauan Netralitas ASN
Diskusi berjalan santai dan diikuti oleh kurang lebih 30 peserta. Edy Mane Dalopes, selaku ketua KUB membuka pertemuan dengan menyatakan kegembiraannya akan momen diskusi seperti itu.
"Sebagai ketua KUB St. Lukas, saya merasa sangat bersyukur dengan adanya kegiatan diskusi ini. Saya senang sekali kita bisa berkumpul untuk kegiatan diskusi sore ini. Kegiatan semacam ini adalah `langka' bagi kami sebagai umat, karena dalam kehidupan bersama di masyarakat kami selalu dihadapkan pada pertanyaa-pertanyaan seputar Kitab Suci tetapi kami tidak bisa jawab dengan baik karena pengetahuan tentang kitab suci kurang", ungkap Edy yang baru dilantik sebagai ketua KUB beberapa waktu lalu.
Edy menambahkan "kegiatan diskusi seperti ini menjadi penyemangat bagi kami dan selaku ketua KUB saya akan merancangnya menjadi kegiatan rutin bagi KUB kami".
Dalam diskusi yang lebih banyak didominasi oleh pertanyaan-pertanyaan umat seputar kitab suci, RD.
Sipri Senda dengan sabar memberi jawaban dan menjelaskan secara singkat tentang sejarah kitab suci dalam gereja Katolik serta menekankan poin-poin penting mengapa umat Katolik harus bangga memiliki dan mencintai Kitab Suci.
Diskusi yang awalnya dijadwalkan berlangsung selama 2 (dua) jam akhirnya berakhir lebih dari waktu yang disepakati, karena antusias peserta dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar kitab suci dan kehidupan menggereja sebagai seorang Katolik.
Selain mengajukan pertanyaan, ada juga peserta yang mengangkat situasi riil dalam hidup bermasyarakat dan meminta pendapat atau tanggapan dari Romo menurut sudut pandang Kitab Suci.
RD Sipri yang adalah salah satu dosen kitab suci di Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, memberikan tanggapan dengan sangat jelas dengan menggunakan dasar biblis dalam kitab suci.
Hadir juga dalam diskusi tersebut salah satu dosen kitab suci di Stipas KAK, Sr. Yofince dan seorang mahasiswa teologi Unwira, fr. Vence. Keduanya juga ambil bagian dalam menjawab dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari umat.
Diskusi berakhir dengan baik, dengan membawa kepuasan bagi peserta yang hadir. Banyak hal yang menjadi tambahan pengetahuan bagi peserta diskusi mengenai kitab suci.
"Kita berharap semakin banyak umat yang mengenal lebih dalam tentang kitab suci dan mulai mencintai kitab suci. Karena sesungguhnya belajar kitab suci itu asyik", kata RD Sipri di akhir diskusi. (Penulis: Magdalena Hokor)