Hujan Terlambat Turun, Petani Sumba Barat Terancam Gagal Tanam
bila hujan tetap saja seperti ini bahkan satu dua minggu ke depan tidak turun hujan besar dipastikan debit air kali turun bahkan mungkin kering.
Hujan Terlambat Turun, Petani Sumba Barat Terancam Gagal Tanam
POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK---Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat, Ir.Amos R.Dida di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2020) mengatakan, dengan memperhatikan kondisi curah hujan yang sampai saat belum turun normal maka keadan itu mengancam para petani Sumba Barat gagal tanam.
Memang benar, beberapa kali turun hujan, namun belum begitu besar. Akibatnya para petani belum mengolah lahan sawah miliknya.
Hal itu dapat kita saksikan lahan persawahan sekeliling Kota Waikabubak dimana sebagian besar belum diolah. Kalaupun ada hanya seberapa saja.
Umumnya lahan sawah yang berada dipinggir kali. Hal itu karena para petani memanfaatkan air kali menggunan mesin pompa mengairi lahan sawahnya.
Namun diperkirakan bila hujan tetap saja seperti ini bahkan satu dua minggu ke depan tidak turun hujan besar dipastikan debit air kali turun bahkan mungkin kering.
Karena itu, pihaknya telah menyurati camat hingga kepala desa agar meminta warga menanam berbagai tanaman pada laham yang telah disiapkan agar bisa memberikan hasil yang baik. Jangan hanya mengandalkan padi karena hujan lambat turun hingga dipenghujung Januari 2020 ini.
Karena itu, ia meminta para petani Sumba Barat menanam jagung, kacang, ubi, keladi, kacang-kacangan dan berbagai tanaman lainnya agar bisa memberikan hasil yang baik pula.
• Terkait Kapal Wisata Tenggelam, Bupati Mabar Imbau Wisatawan Hati-Hati
• Gading Marten Pamerkan Kemesraan dengan Juria Hartmans di London, Calon Mama Gempi?
• Romo Stef Lantik Ketua Osis SMAK Giovanni
Terhadap permintaan itu, demikian Kepala Dinas Pertanian, Amos R.Dida, sebagian petani sudah mulai menanam. Mudah-mudahan semua petani dapat menanamnya.
• Viral di Twitter, Perempuan ini Curhat Tentang Pernikahannya Bertahan 12 Hari, Alasannya Bikin Kaget
• Terkait Kapal Wisata Tenggelam, Bupati Mabar Imbau Wisatawan Hati-Hati
Saat ini, tidak bisa hanya mengandalkan tanaman padi karena hujan tidak turun normal. Apalagi umumnya lahan sawah tadah hujan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/amos-rdida.jpg)