Dugaan Korupsi ADD di Sikka, Kades Dobo Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi alokasi dana desa di Desa Dobo, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka,

Dugaan Korupsi  ADD di Sikka, Kades  Dobo  Dituntut  2,6  Tahun Penjara
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Kepala Desa Dobo, Paulus Beni (baju merah) didampingi tim jaksa keluar dari Kantor Kejaksaan Negri Maumere menuju mobil tahanan, Rabu (30/10/2019) dibawa dengan mobil tahan ke Rutan Maumere, Pulau Flores. 

 
Dugaan Korupsi  ADD di Sikka, Kades  Dobo  Dituntut  2,6  Tahun Penjara

POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Sidang perkara  dugaan tindak pidana   korupsi  alokasi  dana desa di  Desa  Dobo, Kecamatan  Mego, Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores  di  Pengadilan  Tipikor Kupang,  Selasa   (21/1/2020) memasuki agenda penuntutan.

Tim  penuntut umum  Kejaksaan  Negeri Maumere,    Jeremias  Pena, S.H,  Cornelis  S.Oematan, S.H, dan  Ketut  Suastika, S.H,   menuntut  terdakwa   Kepala Desa Dobo, Paulus  Beni  selama dua  tahun  enam bulan  penjara.

 “Menyatakan  terdakwa Paulus  Beni  terbukti bersalah dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu  korporasi,  menyalahgunakan kewenangan, kesempatan  atau sarana yang ada padanya   karena jabatan atau kedudukan   yang dapat merugikan keuangan  negara atau perekonomian negara secara  berlanjut sebagaimana  dakwaan subsidair penuntut umum,” kata  Kepala  Seksi  Intelijen Kejaksaan Negeri  Maumere,  Cornelis S.Oematan,  S.H,  mewakili Kepala  Kejaksaan Negeri Maumere, Azman  Tanjung, S.H, dihubungi  pos-kupang.com, Rabu  (22/1/2020)  pagi.

Selain  itu,  Paulus  Beni  dibebani membayar denda  Rp 50  juta  dengan  ketentuan apabila denda  tersebut tidak  dibayar diganti dengan pidana  kurungan  selama  tiga  bulan.

Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti Rp  262.624.850. Jika selama satu bulan  setelah putusan   yang memiliki  kekuatan  hukum  tetap,  terdakwa belum membayar  uang pengganti   maka harta  benda  terdkawa   dapat disita  oleh jaksa  dan dilelang  untuk membayar   uang pemngganti  tersebut.

Dalam  hal terpidana  tidak memiliki  harta benda yang   mencukupi  untuk membayar uang pengganti  maka dapat  diganti dengan  pidana penjara  selama sembilan  bulan.

Diberitakan sebelumnya, Paulus  Beni ditahan  Kejari Maumere sejak  Rabu   (30/10/2019)    diduga   menyalahgunakan  jabatan dan kewenangannya  merugikan  negara Rp 262.624.850.

Prabowo Santai Tanggapi Isyarat Jokowi Soal Sandiaga Uno Jadi Presiden di 2024

Pelatda Desentralisasi Kempo dan Atletik Menuju PON XX Papua: Esthon Minta Disiplin Latihan

Temuan  awal Inspektorat  Sikka Rp 138  juta  lebih. Jaksa  dalami  dalam  penyelidikan dan penyidikan   menemukan total kerugian meningkat  Rp 262.624.850.  (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Euginius  Mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved