Rabu, 13 Mei 2026

Chord dan Lirik Lagu

VIDEO: Chord Kunci Gitar Paling Mudah dan Lirik Lagu Kereta Malam Elvy Sukaesih

VIDEO: Chord Kunci Gitar Paling Mudah dan Lirik Lagu Kereta Malam Elvy Sukaesih

Tayang:
Editor: maria anitoda

Rupanya hari pun sudah pagi

Dm                C

Hingga tiada aku sadari

        Gm             F

Aku tlah tiba di surabaya

Dm

Jug gejag gejug gejag gejug

            C

Kereta berangkat

C

Jug gejag gejug gejag gejug

           Dm

Hatiku gembira

Dm

Jug gejag gejug gejag gejug

            C

Kereta berangkat

C

Jug gejag gejug gejag gejug

           Dm

Hatiku gembira

Penyanyi dangdut Elvy Sukaesih menolak HR putranya disebut gila.

Ia menegaskan, putra sulungnya itu menderita skizofrenia.

Menurut Elvy Sukaesih, HR juga tidak terima disebut gila. Itulah yang membuat putranya itu menolak dirawat di rumah sakit.

"Waktu mau dibawa ke rumah sakit, 'apa aku dicampur-campur.

Ane dicampur-campur sama orang gila. Ane masih enggak gila masih bisa shalat masih bisa begini-begini'," tutur Elvy Sukaesih saat ditemui di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019).

Putri Elvy Elvi Sukaesih, Fitria Sukaesih, menambahkan selama ini kakaknya beraktivitas seperti biasa.

Ia bisa melakukan semua kegiatan sehari-hari dengan baik.

"Karena kalau mau dibilang, maaf, orang yang hilang ingatan, sakit jiwa... HR tidak seperti itu.

Karena dia masih ingat semua, masih bisa bicara, masih shalat, masih ngaji, masih segala macem," kata Fitria Sukaesih dengan mata berkaca-kaca.

 Ia Fitria Sukaesih menambahkan, menurut istilah medis, kakaknya mengidap skizofrenia.

"Jadi penyakitnya sendiri katagorinya yang dinyatakan RS adalah Skizofrenia.

Jadi begitu lihat kita juga jadi tahu bahwa setiap masalah itu untuk membuat kita pintar," imbuh Fitria Sukaesih.

Dalam kesehariannya, HR adalah pria normal yang mengasihi keluarganya.

"Jadi kalau dalam kesehariannya, Haedar jadi anak umi yang baik, penuh kasih sayang," ujar Fitria Sukaesih.

* HR Serang Pemilik Warung

Pada Kamis (12/9/2019) pukul 19.00 WIB, HR mengamuk dan menyerang seorang pemilik warung di dekat rumahnya gara-gara tidak bisa berutang tiga bungkus rokok.

Awalnya HR menyuruh asisten rumah tangganya untuk berutang tiga bungkus rokok di warung Junaedi.

Namun, rokok hanya tersedia satu bungkus.

HR kesal karena tidak mendapat rokok sesuai keinginannya. Ia pun mendatangi warung itu sambil membawa pedang.

Ia menyerang Junaedi dan menghancurkan barang-barang di sekitar warung. Junaedi pun berusaha menyelamatkan diri.

Polisi tiba di lokasi pada pukul 21.30 WIB. Mereka langsung mengamankan HR di rumahnya.

Polisi kemudian membawa HR ke RSJ Duren Sawit setelah mengetahui HR pernah dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Elvy Sukaesih Tak Mau Putranya Disebut Gila 

* Stigma Buruk Sulitkan Penyembuhan Skizofrenia, Dokter Beberkan Cara Menyembuhkan

Anak Sule Dapat Warisan Lina, Begini Penampakan Rumah Mewah Lina untuk Putri Delina, Bikin Syok

VIDEO: Baru Rampung Sebulan Yang Lalu, Tembok Penyokong di Desa Ulupulu I, Ambruk. Ini Videonya

Kisah Rumah Tangga, Jerit Hati Sang Istri Melihat Suami Selingkuh dengan Ibu Mertua Hingga Hamil

Skizofrenia merupakan penyakit jiwa terberat dan kronis yang sampai saat ini diketahui satu penyebab pastinya.

Meski begitu, banyak faktor berkontribusi terhadap terjadinya skizofrenia.

Mulai dari faktor genetis, kondisi pra-kelahiran, cedera otak, trauma, tekanan sosial, hingga stres bisa menyebabkan gangguan mental ini.

Pemakaian narkotika dan obat-obatan psikotropika pun bisa menjadi faktor pemicu skizofrenia.

Stigma Masyarakat

Seperti gangguan mental lainnya, penderita skozofrenia juga sering mendapat stigma buruk dari masyarakat.

Padahal, hal ini bisa memperparah kondisinya karena pada dasarnya penderita skizofrenia mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain.

Bahkan tak jarang mereka menarik diri dari aktivitas sehari-hari di lingkungan keluarga dan dunia luar.

Karena hal tersebut, maka lingkungan sosial pula lah—termasuk keluarga—yang memiliki peran penting dalam skizofrenia.

“Kalo depresi mekanisme perempuan dan laki-laki ada perbedaan.

Kalau perempuan mungkin bisa curhat, tapi stigma masyarakat sering membuat pernyataan laki-laki tidak boleh cengeng," ujar dr. Eka Viora SpKJ, ketua Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia, ditemui saat Southeast Asia Mental Health Forum 2018, Kamis (30/08/2018) di Jakarta. 

"Itu yang membuat laki-laki sulit mencari penyelesaian masalahnya, yang kemudian menjadi depresi," sambungnya.

Peran Keluarga

Dampak buruk dari skizofrenia, menurut Eva, penderita biasanya akan mendengar bisikan dan melihat halusinasi yang ada kecenderungan untuk melakukan tindakan buruk seperti bunuh diri, membunuh seseorang, dan menghancurkan sesuatu.

Untuk itu, uluran bantuan dari semua pihak diperlukan, terutama oleh keluarga.

Pasalnya, karena ada stigma yang memalukan ketika anggota keluarga menderita skizofrenia, banyak keluarga yang malu untuk membawa penderita ke dokter dan memilih ‘orang pintar’ untuk menyembuhkannya.

Pada tahap yang lebih ekstrem, bahkan ada keluarga yang membiarkan penderita dipasung.

“Jangan dibawa ke orang pinter. Sudah kondisinya lama, muter, ga ada penanganan yang tepat, itu makin lama perjalanan penyakitnya, pemulihannya juga makin lama.

Tidak sebagus dengan penanganan yang cepat,” jelas Eka.

Terapi

Terapi Skizofrenia tidak bisa berjalan dari satu sisi saja.

Biasanya, terapi ini merupakan kombinasi antara pengobatan dan psikoterapi.

Pengobatan diperlukan untuk menurunkan gejala skizofrenia.

Sedangkan psikoterapi dapat membantu pasien untuk memahami, menerima dan menjalani penyakitnya.

Oleh karenanya, keluarga berperan penting dalam penyembuhan.

“Dalam skizofrenia keluarga berperan penting. Keluarga diberi edukasi paling tidak bagaimana keluarga membantu untuk membuat (pasien) patuh minum obat.

Keluarga juga diajari gejala ketika skizofrenia kambuh. Keluarga harus sadar pada gejala-gejala itu,” jelas Eka.

Eka menambahkan, penyembuhan skizofrenia merupakan penyembuhan jangka panjang dan intensif.

Penderita skizofrenia membutuhkan pengawasan yang intensif yang membuat keluarga harus menghabiskan 15 jam setiap minggu untuk mengawas penderita skizofrenia.

Bisa Sembuh

Meski penyembuhan skizofrenia adalah sebuah jalan panjang, namun kembali Eka menegaskan, skizofrenia bisa disembuhkan.

“Yang penting adalah ketika dia sudah didiagnosis, kemudian ada support dari lingkungan terutama, yang tidak mendiskriminasi dia, itu dia akan jauh lebih baik pengobatannya,” tutup Eka.

Skizofrenia sendiri memiliki gejala-gejala yang dikenal sebagai psikotik di mana penderita memiliki gangguan dalam memproses pikirannya sehingga timbul halusinasi, delusi, pikiran yang tidak jelas dan tingkah laku atau bicara yang tidak wajar. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpadang.com dengan judul https://padang.tribunnews.com/2020/01/21/chord-gitar-dan-lirik-lagu-kereta-malam-elvy-sukaesih-jug-gejag-gejug-gejag-gejug?page=all

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved