Ayat Seribu Dinar
Keistimewaan Ayat Seribu Dinar, Manfaat dan Keutamaanya Luar Biasa, Semua Urusan Plong
Bacalah Ayat Seribu Dinar, semua urusanmu akan menemukan jalan keluar. Begitu juga dengan rezekimu. Simak selengkapnya berikut ini.
Dari Imam Ahmad meriwayatkan dari Tsauban, dia berkata: "Rasulullah bersabda, "sesungguhnya seorang hamba akan diharamkan dari rezeki karena dosa yang dilakukannnya, dan tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali do’a, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan." (HR An Nasa’i, Ibnu Majah)
Kemudian dijelaskan lagi dalam hadits mengenai ayat selanjutnya yaitu, "Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia mencukupinya."
Bahwa Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas bahwa dia memberitahunya, pada suatu hari dia pernah naik (membonceng) kendaraan di belakang Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda kepadanya:
"Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, Niscaya engkau akan mendapatkanNya dihadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah.
Dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika umat ini bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan memberikan manfaat kepadamu melainkan dengan sesuatu yang ditetapkan Allah bagimu.
Dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu melainkan dengan apa yang ditetapkan Allah bagimu.
Pena telah diangkat, dan telah kering pula (tinta) lembaran-lembaran ini."
• Lafadz Niat Puasa Senin Kamis Dalam Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya Manfaat Puasa untuk Kesehatan
Dari beberapa penjelasan yang dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, dapat kita simpulkan bahwa ayat seribu dinar mengandung beberapa keutamaan:
1. Pentingnya bertakwa kepada Allah
Maksudnya bertakwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Menjalankan perintah Allah juga harus dilandasi dengan hati ikhlas serta dilakukan sesuai syari’at Islam dengan aliran mazhab yang dianutnya pula.
Melakukan ibadah sunnah seperti shalat fardhu juga termasuk dalam hal bertakwa karena melakukan hal yang disenangi oleh Allah.
Sementara menjauhi laranganNya adalah menjaga diri dari segala hal yang dilarang Allah.
Menjaga diri ini juga terhadap sesuatu hal yang mendekati dosa.
Termasuk menjauhkan diri dari barang maupun perbuatan haram.