Ibu Kepala Desa Diduga Selingkuh, Bawa Pria Lain ke Rumah Saat Suami Bekerja Keras, Digerebek Warga

Ibu Kepala Desa Diduga Selingkuh, Bawa Pria Lain ke Rumah Saat Suami Bekerja Keras, Digerebek Warga

Editor: Alfred Dama
banjarmasin post group/ nia kurniawan
Ilustrasi perselingkuhan. 

Ibu Kades Diduga Selingkuh, Bawa Pria Lain ke Rumah Saat Suami Bekerja Keras,  Digerebek Warga

POS KUPANG.COM -- Seseorang yang memegang jabatan mestinya menjadi panutan bagi warga, apalagi seorang kepala desa.

Apa jadinya bila seorang kepala desa berperilaku amoral dan lebih memalukan adalah aksi itu diketahui dan digerebek warga.

Seorang oknum kepala desa digerebek warganya sendiri saat ia memasukkan pria lain ke rumahnya malam-malam

Terlebih lagi suami kades tersebut tak berada di rumah karena sedang bekerja di luar pulau

Peristiwa ini terjadi di Desa Lesung Batu , Kabupaten Lahat , Sumatera Selatan

Warga di desa tersebut dihebohkan dengan ulah kepala desa mereka, Evi Risnawati (36).

Evi, Kepala Desa Lesung Batu mengajak pria lain ke rumahnya saat suami sedang bekerja jualan durian ke Pulau Jawa,

Amerika dan Iran Sudah Mulai Perang, Ini Kekuatan Iran yang siap Menghadapi Pasukan Donald Trump

Demi Betrand Peto, Pipi Sarwendah Sampai Melepuh, Ruben Onsu Kaget dan Bilang Ini

Tagar Hari Patah Hati Nasional Kembali Trending! Isyana Sarasvati Terima Lamaran Dokter Muda

Intip Potret Gemas sang Bayi Anak Ahok dan Puput Nastiti Devi Lahir, Mirip Siapa?

Pria yang diajak ke rumahnya itu adalah Heriandi (42), kepala desa Air Puar Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat.

Dua oknum Kades yang diduga berselingkuh saat diamankan di Mapolres Lahat, Senin (6/1/2020) malam (Sripo/ Ehdi Amin)

Warga yang curiga adanya perselingkuhan kemudian menggerebek rumah itu, Senin (6/1/2020) malam.

Melansir dari Tribun Sumsel dalam artikel 'Warga Gerebek Oknum Kades di Lahat yang Ajak Pria Lain Masuk Rumahnya', kronologinya berawal saat warga melihat Heriandi masuk ke rumah Evi sekitar pukul 20.00 WIB.

Padahal saat itu suami Evi sedang berada di Pulau Jawa, untuk menjual durian.

Warga pun melakukan pengintaian.

Barulah sekitar pukul 21.00 WIB, warga bersama perangkat desa menuju rumah sang kades tersebut untuk memastikan.

Awalnya tidak ada jawaban dari dalam rumah saat warga mengetok pintu.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved