Harganya Mahal, Inilah 6 Manfaat Yang Ada Pada Buah Kersen
Rupanya, penyakit yang diderita oleh para publik figur tadi dapat disembuhkan dengan mengonsumsi buah yang satu ini.
Buah berwarna merah dengan bentuk bulat ini tergolong dalam jenis ceri atau sering disebut buah kersen.
Satu mangkuk buah kersen mengandung 90 kalori dengan pasokan serat, protein, dan vitamin A dan C yang cukup, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).
Buah dengan nama latin Muntingia calabura L ini kaya antioksidan bahkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Federation of American Societies for Experimental Biology menemukan adanya peningkatan aktivitas antioksidan hingga 12 jam setelah konsumsi buah kersen.
Beragam manfaat dari buah seharga setengah juta per kilo ini di antaranya:
1. Membantu tidur lebih nyenyak
Penelitian yang dilakukan pada University of Pennsylvania dan University of Rochester mengamati kebiasaan tidur 15 orang dewasa yang minum 8 ons jus buah kersen di pagi dan sore hari selama dua minggu versus minum 8 ons jus tanpa buah kersen selama dua minggu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan yang signifikan dalam insomnia selama minggu-minggu peserta minum jus buah kersen
Konsumsi jus buah kersen sebelum tidur meningkatkan total waktu tidur dan kualitas tidur.
2. Membantu meningkatkan memori
Buah kersen adalah sumber antosianin yang baik, yang dapat membantu meningkatkan daya ingat.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience dari Pusat Penelitian Nutrisi Manusia tentang Penuaan di Universitas Tufts di Boston, Mass menyebutkan bahwa antosianin buah yang lezat membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi motorik.
3. Mengurangi radang sendi
Dalam peneilitian yang dilakukan di Boston University (BU), hubungan antara asupan buah kersen dan risiko serangan arthritis (radang sendi) berulang antara 633 individu penderita radang sendi tersebut diamati selama satu tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan buah kersen selama dua hari dikaitkan dengan risiko serangan arthritis (radang sendi) 35% lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi.
4. Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke