Gelombang Tinggi di Perairan NTT
Damianus Sempat Cemas Saksikan KM Bukit Siguntang Belum Bisa Sandar
Akibat gelombang tinggi di Perairan NTT, Damianus sempat cemas saksikan KM Bukit Siguntang belum bisa sandar
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Akibat gelombang tinggi di Perairan NTT, Damianus sempat cemas saksikan KM Bukit Siguntang belum bisa sandar
POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Damianus, penumpang Kapal Motor (KM) Bukit Siguntang hendak berangkat dari Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Pulau Flores, Selasa (7/1/2020) dilanda kecemasan menyaksikan kapal yang akan ditumpanginya ke Makassar, Sulawesi Selatan hanya berputar-putar di depan Pelabuhan Maumere.
Pria asal Kabupate Ende, salah seorang dari ratusan penumpang telah berada di terminal pelabuhan sejak Selasa pagi. Tak terlintas dalam benaknya ketika menunggu kedatangan kapal dari Pelabuhan Tenau Kupang.
• Gubernur NTT Perintahkan BPAD Tertibkan Semua Aset Daerah
"Ketika kapal sudah masuk di Teluk Maumere sekitar pukul 08.00 Wita, kami sudah senang. Kami pasti berangkat pagi ke Makassar," ujar Damianus kepada pos-kupang.com, Selasa siang.
Saat itu, angin di lautan bertiup sangat kencang disertai gelombang besar. Perasaan hati Damianus bercampur aduk, ketika kapal sudah mendekat ke dermaga dan anak buah kapal melempar tali ke pelabuhan, mendadak arus dan angin kencang. Kapal makin menjauh dari dermaga dan tali terlepas.
Ratusan penumpang lain berada di dalam gedung dan di luar gedung terminal pelabuhan diliputi kecemasan serupa dengan Damianus.
• Saat Lantik Pejabat Eselon II, III dan IV, Bupati Gidion Sebut Tidak Ada Jabatan Basah atau Kering
Hingga empat sampai lima kali kapal berputar mendekat dermaga, angin dan gelombang terus menerpa kapal. "Dalam hati saya, pasti angin akan reda," ujarnya.
Ia mengaku lega dan bersyukur sekitar pukul 12.30 Wita, KM Bukit Siguntang berhasil sandar.
Seperti diberitakan sebelumnya, KM Bukit Siguntang dihantam angin kencang dan gelombang ketika akan sandar di dermaga Pelabuhan Lorens Say Maumere.
Kepala Cabang PT Pelni Maumere, Samto, menjelaskan KM Bukit Siguntang, tiba sekitar pukul 08.30 Wita, mendekat dermaga pukul 09.00 Wita dan bisa sandar kembali pada pukul 12.20 Wita. Kejadian ini sema-mata karena tiupan angin kencang berkecepatan 30 knots.
"Empat kali tali putus, tali depan dan belakang karena angin kencang," kata Samto. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/damianus-sempat-cemas-saksikan-km-bukit-siguntang-belum-bisa-sandar.jpg)