Bencana di NTT

Pasien DBD Terjebak Satu Jam Lebih di Jembatan Ambrol Pantura Flores

Dampak bencana di NTT pasien DBD terjebak satu jam lebih di jembatan ambrol Pantura Flores

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Senin (6/1/2020) siang membawa peralatan fogging melintas di gelagar besi ambrol di seberang Kali Dagemage, 16 Km arah utara Kota Maumere, Pulau Flores. 

Dampak bencana di NTT pasien DBD terjebak satu jam lebih di jembatan ambrol Pantura Flores

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Tiga orang pasien rujukan penderita demam berdarah ( DBD) yang dirawat di Puskesmas Magepanda, 31 Km arah utara Kota Maumere, Pulau Flores, Senin (6/1/2020) pagi tertahan selama satu jam 20 menit di lokasi Kali Dagemage menyusul ambrolnya gelagar jembatan darurat pada ruas jalan Pantai Utara (Pantura) Flores, Minggu (5/1/2020) malam.

Ketiga pasien yang hendak dirujuk ke RSUD dr. TC.Hillers Maumere, yakni Maria Mbade, Bernadus Nanga, dan Angelinus Dasa.

Lokasi Penampungan Air Siswa SD Tenggelam di Manggarai Timur Ternyata Lubang Galian C

Mobil ambulans membawa ketiga pasien rujukan itu hanya sampai di seberang Jembatan Dagemage (baru) menunggu sampai datangnya mobil ambulans yang dikirim dari Dinas Kesehatan Sikka menjemput ketiga pasien itu.

Perawat Puskesmas Magepanda, Fransiska Sese, mengantar ketiga pasien rujukan itu mengakui mereka tertahan sejak pukul 11.00 Wita.

"Mobil ambulans tidak bisa lewat, sehingga kami terpaksa tunggu ambulans jemputan dari Dinas Kesehatan tiba sekitar pukul 12.20 Wita," kata Fransiska.

Doa Warga Kota Merpati

Pantauan pos-kupang.com, Senin siang, empat petugas Dinas Kesehatan membawa perlengkapan fogging melintasi jembatan ambrol. Kemungkinan mereka kembali dari penyemprotan di Magepanda. (laporan reporter pos-kupang.com,eginius mo'a)

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved