Di Flores Pantai Selatan Nagekeo Marak Terjadi Bom Ikan
Pantai bagian Selatan di Kabupaten Nagekeo, khususnya di Kecamatan Keo Tengah hingga Nangaroro marak terjadi bom ikan.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Pantai bagian Selatan di Kabupaten Nagekeo, khususnya di Kecamatan Keo Tengah hingga Nangaroro marak terjadi bom ikan.
Oknum yang tak bertanggungjawab melakukan pemboman ikan pada siang hari. Itu dilakukan lewat rencana yang sangat baik sehingga mereka meledakan bom ikan guna mendapatkan tangkapan ikan yang banyak.
"Selama ini marak terjadi bom ikan disini. Kami tau itu setelah mereka yang bom itu sudah selesai ledak bom ikan di laut," ujar Kepala Dusun D Ndetumali, Tobias Nusa (32), kepada POS-KUPANG.COM di Ndetumali Desa Kotodirumali Kecamatan Keo Tengah, Minggu (5/1/2020).
Tobias mengatakan bulan Desember 2019 dan itu rupanya warga dari Kecamatan Keo Tengah. Selama ini sudah sering dan ini menjadi persoalan disini. Namun bagi sebagian masyarakat hal ini sebuah hal yang biasa. Padahal sangat berbahaya.
"Bom ikan terakhir diledakan ada tanggal 3 Desember 2019. Kita susah mau tertibkan. Ini menjadi persoalan besar diwilayah Keo Tengah, pada kita berupaya untuk menjaga biota laut namun ada yang merusak dengan cara meledakan bom ikan," ujar Tobias.
Tobias mengaku pembom ikan tidak hanya warga dari Kecamatan Keo Tengah namun juga ada dari Pulau Ende Kabupaten Ende dan itu ada satu dua orang yang datang. Persoalan ini seakan tak ada solusi.
• Sudah 214 Ribu Orang Tanda Tangan Petisi Copot Anies, DPRD: Anies Harus Respon, Simak YUK
"Saya jengkel sekali. Seolah-olah bom ikan itu menjadi kebiasaan disini. Ini persoalan tidak pernah selesai sejak kami kecil sampai saat ini," ujar dia.
Tobias mengaku pemerintah juga tak pernah ada respon soal ini. Pihak terkait lainnya seperti dinas perikanan tidak pernah datang patroli atau memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya bom ikan.
• Sejumlah Daerah di NTT Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang, Info
"Tidak ada patroli selama ini. Kami juga heran. Apakah ini dibiarkan begitu saja selamanya atau bagaimana. Ini bukan karang coba datang rutin kesini pasti akan kedapatan saat ada yang lakukan bom ikan," ujar dia.
Ia juga menyampaikan bahkan dirinya dimarahi bahkan dibenci oleh warga karena menolak dilakukan pemboman ikan.
"Dulu ada yang lapor soal orang dari luar datang mancing gurita disini, warga mengusir mereka. Saya tanya itu yang datang bukan mau hancurkan ikan semuanya tapi gurita saja kenapa dilarang? Kenapa kalian tidak larang yang datang bawa bom ikan lalu diledakan untuk mendapatkan ikan? Itu yang aneh disini, lebih memilih menggunakan bom ikan daripada yang mancing gurita," ujar dia penuh kesal.
• Gabung Borneo FC, Edson Tavares Geram Dipermainkan Manajemen Persija Jakarta, Ini Pemicunya
"Itu mereka langsung diam. Mereka tidak datang lapor lagi. Itu masalahnya disini. Saya berharap agar melalui media pemerintah bisa mendengar keluhan kami," ujar dia lagi.
Dirinya menyampaikan jika persoalan ini dibiarkan secara terus menerus. Pasti suatu saat ikan atau biota laut diwilayah Keo Tengah hingga Nangaroro akan punah.
Ia menyampaikan bom ikan sangat merugikan dan sangat tidak ramah lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perahu-nelayan-yang-sedang-parkir-dipinggir-pantai-di-ipimbuu-desa-kotodirumal.jpg)