Mati Lakalantas Tidak Wajar di Nita, Keluarga Minta Polisi Otopsi
sekitar Km 10 ruas Jalan Maumere-Ende persis depan Balai Pengobatan (BP) Elisabeth Nita menyimpan misteri bagi keluarga korban.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Mati Lakalantas Tidak Wajar di Nita, Keluarga Minta Polisi Otopsi
POS-KUPANG.COM|MAUMERE-- Kematian Wigbertus Jano (32) warga Lingkar Luar, Desa Lepo Lima, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Pulau Flores diduga kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), Sabtu (26/10/2019) sekitar pukul 23.30 Wita di sekitar Km 10 ruas Jalan Maumere-Ende persis depan Balai Pengobatan (BP) Elisabeth Nita menyimpan misteri bagi keluarga korban.
“Kami sudah bersurat ke Polres Sikka pada awal bulan Desember 2019 minta penjelasan kasus kematian adik kami, tapi hampir sebulan ini belum penjelasa. Kami bahkan sudah sepakat dilakukan otopsi, makamnya masih kami dibiarkan seadanya,” kata jurubicara keluarga korban, Arianus Mai, kepada pos-kupang.com, Kamis (2/1/2020) di Maumere.
Arianus, didampingi saudari kandung korban,Clemensia M.Nona, dan ipar korban, Antonius Klaenoni, mengakui keluarga sudah sepakat minta polisi membuka kembali kubur almahrum untuk dilakukan otopsi.
“Orangtua kandung, saudari kandung, dan semua keluarga terdekat minta buka kubur. Berikan kami kesempatan mendapat kepastian yang sesungguhnya, apa sebenarnya penyebab kematian adik sepupu saya,” ujar Arianus.
Arianus menuturkan di malam naas itu, Wigbertus mengendarai sepeda motor modivikasi, mesin honda revo dan rangka Honda 70 kembali dari kampung di Nataweru, Desa Lusitada, Kecamatan Nita ke rumahnya di Lingkar Luar, Desa Lepolima, pinggiran Kota Maumere.
Setibanya di depan BP St.Elisabeth, kata Aris, korban dikabarkan menabrak seorang pria berinisial D ditemani rekanya R.
Sepeda motor rusak ringan. Kaca lampu depan retak dan lampu rem belakang terlepas. Korban mengalami luka pada mata kiri, memar di leher belakang dan luka dibawah hidung.
• DPP PDIP Sedang Lakukan Survey Balon Termasuk di Ngada
• Partai Demokrat TTU Segera Pasang Baliho Para Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati
“Keterangan pihak BP Elisabeth menyatakan D dan R memberi laporan bahwa D ditabrak korban. D ditawari diobati, tapi ia menolak menyatakan dirinya tidak apa-apa. D bercerita kepada Bapak S, dukun patah tulang menyatakan ia terpental enam meter tak sadarkan diri. Karena pingsan, R mengangkat dan membawanya ke BP dirawat,” kata Arianus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a).