Ini Kronologi Lengkap Ibu Muda di Kupang Bunuh Bocah 2 Tahun

Kasus pembunuhan bayi berumur dua tahun menggegerkan Kota Kupang di awal tahun 2020 ini.

Ini Kronologi Lengkap Ibu Muda di Kupang Bunuh Bocah 2 Tahun
POS KUPANG/ISTIMEWA
Pelaku (baju kuning) saat digelandang polisi ke sel tahanan di Mapolres Kupang Kota, Kamis (2/2/2019). 

Diakuinya, pelaku merupakan istri keduanya. Dan saat kejadian, ia mendapat kontak dari pelaku pada Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 16.00 Wita untuk bertemu dengannya di kosan pelaku di Jln TPU Kampung Ukitao RT 42 RW 02 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Saat berada di kosan pelaku, pelaku sempat meminta dirinya jangan panik atas kabar meninggalnya korban Domini Quin.

"Saya sangat kaget, setelah itu saya shalat untuk dia (korban)," katanya.

Hendi selanjutnya melihat kondisi korban yang memiliki luka memar pada bagian kepala korban, karena curiga, kata Hendi, pihaknya meminta pelaku untuk menceritakan penyebab kematian korban.

Pelaku awalnya tidak mengakui telah menganiaya korban hingga meninggal, namun setelah diancam akan dilaporkan ke polisi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

"Saya marahin dia (pelaku). Ini akibat kamu tidak kontrol emosi," jelasnya

Pelaku kepada Hendi mengaku melakukan penganiayaan terhadap korban pada Selasa (31/12/2019) pagi sekitar pukul 10.00 Wita dan korban meninggal dunia pada Rabu (1/1/2020) siang

Karena korban telah meninggal dunia, pelaku bahkan meminta dirinya untuk bersama-sama mengubur korban secara diam-diam, namun hal ini ditolak Hendi.

"Dia meminta kami dua untuk mencari tempat untuk mengubur korban, tapi saya bilang ini anak kamu, bukan binatang," katanya.

Selanjutnya, pelaku meninggalkan pelaku dan korban karena harus menyelesaikan masalah di bengkel tempat ia bekerja.

Pelaku yang stres sempat mengikuti Hendi menggunakan motor Honda Beat miliknya, namun Hendi meminta pelaku untuk pulang.

"Saya minta dia untuk tunggu di kosan, nanti kita urus selanjutnya, tapi dia tidak mau dan ikuti saya," ujarnya.

Pelaku akhirnya menuruti perkataan Hendi dan pulang ke kosan.

Hendi selanjutnya ternyata tidak kembali ke kosan pelaku karena ditelpon oleh istri pertamanya untuk pulang ke rumahnya di wilayah Lanudal Penfui, Kota Kupang.

Diakuinya, hubungan dirinya dengan istri keduanya itu tidak harmonis dan tidak lagi disetujui istri pertama Hendi.

Hal tersebut dikarenakan pelaku atau istri kedua korban yang pernah melaporkan Hendi ke kantor polisi atas dugaan kasus KDRT

Sedangkan, lanjut Hendi, dia lah yang menjadi korban kekerasan oleh istri keduanya karena dianiaya menggunakan besi hingga ia luka-luka.

Namun, hubungan dengan istri keduanya tetap ia jaga karena memikirkan anak pertamanya yang diasuh pelaku.

Bayi 2 Tahun Dibunuh Ibu Kandungnya, Polisi Akan Lakukan Otopsi

Ibu Kandung Pembunuh Bayi 2 Tahun Dikenal Temperamental

Mengawali Tahun 2020 Bandara El Tari Kupang Beri Surprised Untuk Penumpang

"Kami sembunyi-sembunyi selama ini. Saya lakukan demi anak," tegasnya.

Dijelaskannya, korban Domini Quin (2) selama ini diasuh oleh adik pelaku, dan baru tiga bulan diasuh pelaku.

"Anak pertama (korban) diurus sama adik ipar saya, setelah itu dia minta lalu baru urus 3 bulan terakhir ini. Anak kedua saya umurnya sekitar 1 tahun diurus keluarga di Jln Nangka sini," jelasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved