Kebaktian Akhir Tahun 2019 :Jemaat GMIT Kefas Harus 'Berbuah'

Kebaktian Akhir Tahun 2019 di GMIT Kefas, Jemaat dimintauntuk menghasilkan buah buah

Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
POS-KUPANG. COM /HERMINA PELLO
Kebaktian Akhir Tahun 2019 di Jemaat GMIT Kefas Kampung Baru 

POS-KUPANG. COM l KUPANG - Suasana Kebaktian Tutup Tahun 2019 di Jemaat GMIT Kefas Kampung, Kota Kupang berlangsung hikmat.
Pujian dalam Kebaktian yang biasanya diiringi organ, kali ini dengan alat musik yang lebih lengkap yakni alat musik kolintang, biola dan piano.
Kebaktian dengan tema Hidup adalah untuk berbuah dipimpin tiga pendeta secara bergantian yakni Pdt. J.D kalelado-Maerisa S.th, Pdt. Costansa A.M. Dano - D STh dan Pdt. Judith A.Nunuhitu - Folabesy.M,Si.

Suasana Kebaktian Tutup Tahun 2019 di Jemaat GMIT Kefas Kampung
Suasana Kebaktian Tutup Tahun 2019 di Jemaat GMIT Kefas Kampung (POS-KUPANG. COM /HERMINA PELLO)

Pdt Judith dalam kotbahnya yang diambil dari Kitab Yohanes 15:1 - 8 mengatakan, khotbah pada hari pertama tanggal 1 Januari tahun 2019 diambil dari Kitab Ratapan 3: 1-26.
Dalam kitab ini sebagai refleksi dan akan melihat bahwa benar apa yang Tuhan firmankan terjadi dalam hidup kita di tahun 2019 bahwa rahmat Tuhan selalu barada dalam hidup dan banyak hal yang kita alami dalam hidup ini..

Suasana Kebaktian Tutup Tahun 2019 di Jemaat GMIT Kefas Kampung
Suasana Kebaktian Tutup Tahun 2019 di Jemaat GMIT Kefas Kampung (POS-KUPANG. COM /HERMINA PELLO)

"Apapun yang kita alami dalam hidup kita, kita tahu bahwa rahmat Tuhan selalu baru. Dan hari ini adalah hari ke
365 dalam tahun ini dan Firman Tuhan bicara lagi bahwa hidup harus berbuah," kata Pdt Yudith.
Firman Tuhan yang diambil dari kita Yohanes ini akan menolong jemaat Tuhan untuk melihat perjalanan hidup kita sepanjang tahun 2019, sepanjang 365 hari yang sudah kita lalui dan kita diajak untuk melihat buah apa saja yang sudah kita hasilkan sepanjang tahun sehingga kita bisa berucap segala Kemuliaan Bagi Tuhan.
Dikatakan, Tuhan Yesus menggambarkan hakekat hidup percaya melalui metafora tentang pohon anggur.

Suasana Kebaktian Tutup Tahun 2019 di Jemaat GMIT Kefas Kampung
Suasana Kebaktian Tutup Tahun 2019 di Jemaat GMIT Kefas Kampung (POS-KUPANG. COM /HERMINA PELLO)

Penekanan Tuhan adalah pohon anggur yang benar sengaja ditanam di bumi karena Dia adalah firman yang menjelma menjadi manusia.
Hubungan pokok anggur dan ranting bahwa pemeliharaan adalah salah satu aspek yang hidup dalam orang Israel.
Tuhan Yesus menggunakan metafora karena kehidupan di Israel, pohon anggur a diketahui oleh semua orang dan sudah umum diketahui.

"Dalam proses pemeliharaan anggur di Israel tiap ranting yang tidak berbuah harus dipangkas bulan Februari dan Maret. Dan bulan Agustus, daun muncul maka masuk tahap pembersihan kedua dilakukan. Tunas kecil dipangkas sehingga tanaman lebih kuat pada pokok anggur.

Jemaat GMIT Kefas Kampung mengikuti Kebaktian Akhir Tahun 2019
Jemaat GMIT Kefas Kampung mengikuti Kebaktian Akhir Tahun 2019 (POS-KUPANG. COM /HERMINA PELLO)

Tuhan Yesus memakai kebiasaan ini untuk menguraikan persekutuan untuk orang yang mengasihi dan menaati Yesus yakni menghasilkan buah.
"Betapa pentingnya orang percaya yang berbuah. Dalam hal inilah Bapa dimuliakan. Melalui buah yang kita hasilkan, Allah dimuliakan dalam hidup kita," katanya.
Jika ingin berbuah lebat maka kita harus memelihara akar karena itu Tuhan Yesus mengatakan tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sebagai umat Tuhan harus ada akar karena akar yang akan menolong kita. Akar yang kuat yang membuat kita menghasilkan buah meski kondisi tidak seperti yang kita harapkan.
Yesus katakan tinggallah didalam Aku dan Aku di dalam kamu maka kita akan menghasilkan buah yang terbaik
Berakar di dalam Yesus sehingga musim apapun kita akan tetap kuat dalam beriman di dalam Tuhan Yesus.
Banyak yang terjadi di dalam hidup kita, adakala sebagai orang percaya memasuki musim kering, tetapi akar kita tetap tenang. Tapi saat hujan dan banjir, akar mulai tercabut karena kita menikmati indahnya keberhasilan kita
Firman Tuhan katakan akar terus kokoh dan menghasilkan buah.
Aspek, kedua kerjasama yakni pemangkasan yang dilakukan oleh Tuhan. Pemangkasan melibatkan pemotongan cabang yang mati dan potong cabang yang hidup, membentuk pohon dan merangsang pertumbuhan.
Hidup kita Allah kehendaki agar berbuah lebat sehingga Allah tidak segan untuk memangkas.
Tidak jarang bagian yang tumbuh subur pun dipangkas Allah, agar kita bisa berbuah lebat.
Kalau kita ada dalam masa pemangkasan ini, kita jangan putus asa dan jangan merasa bahwa Allah tidak mengasihi kita, tetapi karena Allah mengasihi kita.
Pemangkasan bukan pilihan kita karena otoritas ada pada Allah sehingga umatNya bisa berbuah lebat bagi kemuliaan Tuhan.

"Hari ini adalah hari terakhir kita di tahun 2019, kita akan melihat proses yang terjadi, kita melewati masa pertumbuhan, pemangkasan pembersihan, dan tidak jarang ada luka yang terjadi. Tidak. Jarang kita menangis. Tapi hari ini Firman Tuhan menguatkan kita justru pada masa itu kepedulian Allah terjadi, yang mempersiapkan kita untuk bertumbuh lebih lebat dan berbuah. Mari kita renungkan buah apa yang sudah kita hasilkan dalam hidup, sudahkah kita berbuat lebat dan memuliakan Tuhan , jadi pohon anggur yang terus bersedia dikerat oleh Tuhan? Dan pada akhirnya saat panen raya, Allah bersuka cita karena pohon anggur berbuah lebat.
Kalau kita temukan kita belum mampu berbuah lebat, jangan kecil hati tapi bawa ini sebagai komitmen di tahun 2020 bahwa hidup kita untuk berbuah,"katanya.
Kebaktian ini diikuti 1651 jemaat, ruang Kebaktian tidak mencukupi sehingga banyak umat yang berada di luar gedung, tapi tetap mengikuti Kebaktian dengan hikmat.
Ibadah diakhiri dengan suara gembala yang disampaikan Pdt Maerissa Kelelado didampingi dua pendeta yang melayani di jemaat Kefas Kampung Baru memperingati.
Pada bagian akhir Kebaktian, seorang anak membawa lilin tahun 2020 diiringi lagu Auld Lang Syne menuju ke meja di depan mimbar, kemudian pelayan dalam hal ini Pdt. Constansa turun dari mimbar, dan bersama dua pendeta meniup lilin tahun 2019 yang sementara menyala dan menyalakan lilin tahun 2020.
Kebaktian pada Tahun Baru akan berlangsung pada Rabu, 1Januari 2020 pukul 08.00 wita dipimpin Pdt. Dr Lintje Bunda Pellu. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Hermina Pello)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved