Ustadz Abdul Somad

Ini Bacaan Doa Berdagang Habib Umar dan Ustadz Abdul Somad Yang Dianjurkan Ustadz Yusuf Mansur

Ini Bacaan Doa Berdagang Habib Umar dan Ustadz Abdul Somad Yang Dianjurkan Ustadz Yusuf Mansur

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Instagram/ustadzabdulsomad_official
Ini Bacaan Doa Berdagang Habib Umar dan Ustadz Abdul Somad Yang Dianjurkan Ustadz Yusuf Mansur 

Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

3. Al Falaq 1 kali

Surat Al Falaq

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

qul a'ụżu birabbil-falaq

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

min syarri mā khalaq

Artinya: dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ

wa min syarri gāsiqin iżā waqab

Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ

wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad

Artinya: dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

4. An Nas 1 kali

Surat An Nas

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ

qul a'ụżu birabbin-nās

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ النَّاسِۙ

malikin-nās

Artinya: Raja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙ

ilāhin-nās

Artinya: sembahan manusia,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ

min syarril-waswāsil-khannās

Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ

allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

minal-jinnati wan-nās

Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.”

5. Ayat Kursi 1 kali

Bacaan Ayat Kursi dan Artinya

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

(Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim)

Artinya:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.

Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya?

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

Kursi Allah meliputi langit dan bumi.

Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Bacaan tersebut menurut Ustadz Abdul Somad bisa menangkal santet.

"Mana tahu disantet orang, disiram air kuburan, sehingga orang kalo lewat situ bukannya mau belanja malah ucap assalamualaikum ya ahlil kubur," kata Ustadz Abdul Somad.

Bacaan tersebut dianjurkan untuk dibaca pas masuk tempat dagang.

"Baca pas masuk sebelum jualan. Jualan bakso kek, supermarket, dagang," ujarnya.

* Lolos Cumlaude S3 Doktor, Lihat Penampilan Terbaru Ustadz Abdul Somad, Mirip KH Hasyim Asyari Sang Pendiri NU?

Perjuangan Ustadz Abdul Somad dalam menyelesaikan pendidikan S3 di Oumdurman Islamic University berbuah baik.

Ya Ustadz Abdul Somad telah dinyatakan lulus dan meraih gelar Doktor saat ini.

Tidak hanya menambah gelar dalam barisan namanya, yakni Dr H Abdul Somad, Lc, MA; gelar Doktor yang disandangnya juga merubah penampilan Ustadz Abdul Somad.

Gelar Doktor yang disandangnya pada akhir tahun 2019, berhasil dari Oumdurman Islamic University Sudan.

Gelar tersebut resmi disandangnya usai Ustadz Abdul Somad menyelesaikan Sidang Munaqayah Disertasi Doktor di Ruang Sidang Kantor Lembaga Riset Oumdurman Islamic University Sudan pada Selasa (24/12/2019).

Ya Ustadz Abdul Somad dinyatakan lulus dengan predikat mumtaz atau cumlaude atas disertasi berjudul 'Kontribusi Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asyari Dalam Penyebaran Hadits di Indonesia'.

KH Hasjim Asyari merupakan tokoh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU), organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia.

Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren KH Hasyim Asyari dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru.

Perubahan penampilan Ustadz Abdul Somad tersebut terlihat dari sejumlah postingan beberapa hari belakangan.

Terlebih seusai dirinya menjalani Sidang Munaqayah Disertasi Doktor di Ruang Sidang Kantor Lembaga Riset Oumdurman Islamic University Sudan pada Selasa (24/12/2019) lalu.

Perubahan penampilan pria yang bergelar Datuk Seri Ulama Setia negara itu seperti dalam makan malam syukuran.

Momen tersebut diunggah Ustadz Abdul Somad pada Rabu (25/12/2019).

Dalam potret yang turut diunggahnya, Ustadz Abdul Somad yang tengah makan malam bersama Duta Besar Indonesia untuk Sudan, Rossalis Rusman Adenan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Abdul Somad terlihat mengenakan gamis berwana putih panjang lengkap dengan sorban yang melilit di kepala.

Melengkapi penampilannya yang serba putih, Ustadz Abdul Somad juga terlihat mengalungkan selembar syal berwarna putih yang memanjang hingga menutupi dada.

Pakaian bergaya masyarakat Timur Tengah itu berbanding terbalik dengan pakaian yang dikenakan Ustadz Abdul Somad umumnya.

Ustadz Abdul Somad biasanya hanya mengenakan baju koko yang dipadankan dengan celana panjang.

Sedangkan penutup kepalanya hanya sebuah kopiah berwarna hitam,

Syal yang dikenakannya saat ini hanya sebuah sarung yang dibentangkan melingkari lehernya.

Tidak dijelaskan apakah penampilan serba putih itu akan terus dipertahankan Ustadz Abdul Somad dalam setiap kesempatan selanjutnya.

Namun, dalam postingan lainnya, Ustadz Abdul Somad kembali kepada penampilannya yang casual.

Seperti ketika menghadiri acara selamatan yang juga dihadiri kembali oleh Rossalis Rusman Adenan dan keluarga besar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum serta sejumlah perwakilan mahasiswa.

"Kenduri Selametan. Bersama Bpk Dubes dan keluarga besar KBRI Khartoum. Perwakilan-perwakilan mahasiswa,' tulis Ustadz Abdul Somad.

Dalam acara makan malam tersebut, Ustadz Abdul Somad terlihat mengenakan baju koko berwarna putih yang dibalut dengan sweater merah bergaris.

Gamis panjang berwarna putih pun kini berganti dengan celana panjang hitam serta kupluk berwana krem.

Latar Belakang Pendidikan

Dikutip dari Wikipedia, Ustadz Abdul Somad merupakan bagian keluarga besar dari seorang ulama asal Asahan, yaitu Syekh Abdurrahman atau lebih dikenal sebagai Tuan Syekh Silau Laut I.

Sejak dari bangku sekolah dasar dirinya dididik melalui sekolah yang berbasis pada Tahfiz Alquran.

Tamat dari SD Al-Washliyah Medan tahun 1990, ia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah Medan.

Setelah tamat tahun 1993, ia melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deliserdang Sumatra Utara selama satu tahun.

Lalu tahun 1994, ia pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan menyelesaikannya pada tahun 1996.

Tahun-tahun berikutnya antara 1996–1998 ia sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Tahun 1998, ketika Pemerintah Mesir membuka beasiswa untuk 100 orang Indonesia belajar di Universitas Al-Azhar ia pun mengikuti tes.

Ustadz Abdul Somad merupakan satu dari 100 orang yang berhak menerima beasiswa, mengalahkan 900-an orang lainnya yang mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Kemudian ia akhirnya memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Ustadz Abdul Somad berhasil mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan pada pertengahan tahun 2002.

Setelahnya ia pun melanjutkan program pendidikan S2-nya di Universiti Kebangsaan Malaysia, namun hanya sempat berkuliah selama dua semester.

Kemudian pada tahun 2004, melalui Agence Marocaine de Coopération Internationale (AMCI) dari Kerajaan Maroko, Ustadz Abdul Somad mendapatkan beasiswa pendidikan S2 di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat.

Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat diketahui setiap tahunnya hanya menerima sebanyak 20 orang murid dengan rincian 15 orang Maroko dan lima orang untuk asing.

Program S2 diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan dan mendapatkan gelar D.E.S.A, yakni Diplôme d’Etudes Supérieurs Approfondies atau Diploma Studi Lanjutan pada akhir tahun 2006. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved