Perahu Layar Pedewakang Singgahi Larantuka Sebelum ke Australia
Perahu Padewakang baru akan meninggalkan Kabupaten Flores Timur pada 30 Desember 2019 menuju Australia.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Perahu Layar Pedewakang Singgahi Larantuka Sebelum ke Australia
POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Perahu Layar Padewakang dari Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yang hendak menuju Australia dalam perjalanan Napak tilas di hari ke-19, Kamis (26/12/2019) berlabuh di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Perahu Padewakang baru akan meninggalkan Kabupaten Flores Timur pada 30 Desember 2019 menuju Australia.
Sebelum berlabuh di Kota Larantuka, perahu buatan warga Panrita Lopi Kabupaten Bulukumba itu sempat buang sauh di laut Desa Watotutu Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur karena air laut surut dan menunggu air pasang sebelum melanjutkan pelayaran ke kota Larantuka Kabupaten Flores Timur.
Sebelumnya, perahu berukuran besar terbuat dari kayu ini akan berlayar dan mengakhiri perjalanan napak tilas di Negeri Kanguru Australia dengan mengawali pelayaran dari Selat Selayar di Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.
Warga Desa Watotutu, Yohanes Weking merasa bangga dan senang karena perahu Padewakang bisa berlabuh di daerahnya. Kapal kayu ini diawaki 12 crew.
“Kami senang karena dalam perahu bermotif kayu bambu di dalamnya pada tradisional, semuanya lokal dengan peralatan sama dengan di Flores Timur. Misalnya kara (untuk simpan padi), nyiru keleka (sepi sira padi /tapis beras) kebala, tempat titi jagung, ada juga ori pondok yang atapnya dari daun lontar,” ucap Yohanes sebagaimana keterangan pers dari Humas Setda Flotim yang diterima, Sabtu (28/12/2019)
Staf ahli Kemenko Maritim bernama Horst H Liebner merasa senang saat memasuki perairan Waimana Desa Watotutu yang indah dengan air laut yang tampak hijau dan bersih.
Tak lupa mereka melakukan penyelaman untuk melihat langsung kondisi terumbu karangnya. Namun mereka sedikit kecewa karena terumbu karang di Desa Watotutu telah hancur diduga disebabkan pengeboman pada masa lalu.
“Perairan Waimana Desa Watotutu sangat indah, lautnya hijau, bersih, kami coba selam melihat terumbu karang ternyata sudah hancur terumbu karang mungkin di sekitar laut ini duluh pernah bom jadi terumbu karangnya rusak semua,” ungkap Hosrt.
Pelayaran perahu Padewakang dari Pulah Madu menuju Larantuka dengan jarak sekira 100 mil. Angin berhembus dari arah Barat Daya menuju Tenggara dengan gelombang laut maksimal satu meter.
Di Larantuka kapal ini langsung disambut oleh Pemda Kabupaten Flotim, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Flores Timur, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, media, dan ormas setempat.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Flores Timur, Fransiskus Padji Tukan dihubungi Pos Kupang, Sabtu, (28/12/2019) mengaku sangat antusias menya
• 5 Tradisi Pernikahan Aneh di Afrika, Nomor 1 Bikin Risih
mbut kedatangan kapal Padewakang di kota Larantuka. Singgahnya kapal Padewakang membangkitkan memorinya tentang masa lampau terkait perjalanan-perjalanan sejarah.
“Napak tilas harus di ketahui banyak orang, karena ia menceritakan banyak hal, tidak semata menceritakan perjalanan tetapi juga perjumpaan-perjumpaan,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perahu-layar-padewakang.jpg)