Senin, 1 Juni 2026

5 Tradisi Pernikahan Aneh di Afrika, Nomor 1 Bikin Risih

budaya dan sejarah telah menghasilkan berbagai jenis tradisi yang sangat berbeda ketika menyangkut pernikahan.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
www.jonvilma.com
Pengantin 

5 Tradisi Pernikahan Aneh di Afrika, Nomor 1 Bikin Risih

POS-KUPANG.COM--5 Tradisi Pernikahan Aneh di Afrika, Nomor 1 Bikin Risih

Di beberapa daerah, ada adat-istiadat perkawinan yang dibawa pada tingkat yang bisa dianggap 'gila'.

Keyakinan, budaya dan sejarah telah menghasilkan berbagai jenis tradisi yang sangat berbeda ketika menyangkut pernikahan.

Sebagai contoh, di Mauritania pegantin sering dipaksa makan untuk menjadi lebih gemuk di hari pernikahan mereka karena seorang istri yang gemuk menandakan kemakmuran dalam sebuah pernikahan.

Berikut ini adalah beberapa tradisi aneh di beberapa daerah di Afrika:

1. Seorang 'pembantu' bersembunyi di bawah tempat tidur

Dalam budaya Swahili, sepasang pengantin yang menikah karena perjodohan memiliki 'mentor pernikahan (somo)' saat malam pertama mereka.

'Mentor pernikahan' itu akan berada di bawah tempat tidur, sementara pengantin baru menyempurnakan pernikahan mereka.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sang pengantin melakukan malam pertama mereka dengan baik dan 'mentor' tersebut sebagai saksinya.

2. Tendangan kaki tinggi untuk membuktikan keperawanan

Tendangan kaki
therichest.com
Tendangan kaki

 Dalam pernikahan Zulu, pada puncak upacara pernikahan, pengantin wanita melakukan sebuah tarian yang pada titik tertentu, mereka menendang kakinya tinggi-tinggi untuk menunjukkan kepada ibunya bahwa dia masih perawan.

3. Diolesi dengan lemak sapi

Diolesi lemak sapi
therichest.com
Diolesi lemak sapi

Di Namibia, upacara pernikahan biasanya diikuti dengan kunjungan ke rumah ayah pengantin wanita.

Di sana, dia diberitahu oleh keluarga tentang tanggung jawabnya sebagai seorang istri.

Setelah itu, dia diurapi lemak mentega dari sapi, melambangkan bahwa dia adalah bagian dari keluarga baru dan telah diterima di dalamnya.

4. Situasi 'darurat'

Budaya pernikahan Shona
therichest.com
Budaya pernikahan Shona

Dalam budaya Shona, tradisi malam pernikahan dimulai bahkan sebelum pernikahan.

Pengantin wanita memutuskan kapan waktu upacata pernikahan dan dia akan berpakaian putih dari ujung kepala hingga ujung kaki menuju rumah calon suaminya.

5. Darah di seprai

Di Tunisia, beberapa tradisi lama mengenai malam pertama pernikahan masih dipraktikkan, seperti pangantin baru memamerkan darah di seprai mereka untuk membuktikan bahwa pengantin wanita tetap perawan sampai menikah.

Di beberapa daerah, ada adat-istiadat perkawinan yang dibawa pada tingkat yang bisa dianggap 'gila'.

Keyakinan, budaya dan sejarah telah menghasilkan berbagai jenis tradisi yang sangat berbeda ketika menyangkut pernikahan.

Sebagai contoh, di Mauritania pegantin sering dipaksa makan untuk menjadi lebih gemuk di hari pernikahan mereka karena seorang istri yang gemuk menandakan kemakmuran dalam sebuah pernikahan.

Berikut ini adalah beberapa tradisi aneh di beberapa daerah di Afrika:

1. Seorang 'pembantu' bersembunyi di bawah tempat tidur

Dalam budaya Swahili, sepasang pengantin yang menikah karena perjodohan memiliki 'mentor pernikahan (somo)' saat malam pertama mereka.

'Mentor pernikahan' itu akan berada di bawah tempat tidur, sementara pengantin baru menyempurnakan pernikahan mereka.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sang pengantin melakukan malam pertama mereka dengan baik dan 'mentor' tersebut sebagai saksinya.

2. Tendangan kaki tinggi untuk membuktikan keperawanan

Dalam pernikahan Zulu, pada puncak upacara pernikahan, pengantin wanita melakukan sebuah tarian yang pada titik tertentu, mereka menendang kakinya tinggi-tinggi untuk menunjukkan kepada ibunya bahwa dia masih perawan.

3. Diolesi dengan lemak sapi

Di Namibia, upacara pernikahan biasanya diikuti dengan kunjungan ke rumah ayah pengantin wanita.

Di sana, dia diberitahu oleh keluarga tentang tanggung jawabnya sebagai seorang istri.

Setelah itu, dia diurapi lemak mentega dari sapi, melambangkan bahwa dia adalah bagian dari keluarga baru dan telah diterima di dalamnya.

4. Situasi 'darurat'

Dalam budaya Shona, tradisi malam pernikahan dimulai bahkan sebelum pernikahan.

Pengantin wanita memutuskan kapan waktu upacata pernikahan dan dia akan berpakaian putih dari ujung kepala hingga ujung kaki menuju rumah calon suaminya.

Ikatan Alumni SMA 1 Kupang Rakayan Natal Bersama

Hati Hati, Orang dengan Golongan Darah Ini Rawan Terkena Serangan Jantung

Bupati SBD Minta Aparat Keamanan Stand by Dua Minggu Ke Depan Awasi Pedagang

5. Darah di seprai

Di Tunisia, beberapa tradisi lama mengenai malam pertama pernikahan masih dipraktikkan, seperti pangantin baru memamerkan darah di seprai mereka untuk membuktikan bahwa pengantin wanita tetap perawan sampai menikah.(*)

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved