Ahok BTP Suami Puput Dapat Jabatan Baru Selain Komisaris Pertamina Jokowi Tugaskan Lakukan Ini

Ahok BTP Suami Puput Dapat Jabatan Baru Selain Komisaris Pertamina Jokowi Tugaskan Lakukan Ini

Editor: maria anitoda
KOMPAS.com/GHINAN SALMAN
Ahok BTP Suami Puput Dapat Jabatan Baru Selain Komisaris Pertamina Jokowi Tugaskan Lakukan Ini 

Ahok BTP Suami Puput Dapat Jabatan Baru Selain Komisaris Pertamina Jokowi Tugaskan Lakukan Ini

POS-KUPANG.COM - Ahok BTP Suami Puput Dapat Jabatan Baru Selain Komisaris Pertamina Jokowi Tugaskan Lakukan Ini

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kini memegang dua jabatan di PT Pertamina (Persero).

Pada November 2019 lalu, Ahok diangkat menjadi komisaris utama Pertamina.

Pengacara Hotman Paris Diserbu Para Pramugari Ternyata Ini Alasannya Sebut Nama Erick Thohir

Simak Begini Tata Cara & Niat Salat Gerhana Matahari Cincin Kamis 26/12/2019 Jangan Sampai Salah

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini 24 Desember 2019 Malam Natal Gemini Bahagia Libra Nyosor Zodiakmu?

Saat ini, Ahok kembali ditunjuk menjadi komisaris independen di perusahaan migas pelat merah tersebut.

“Jadi Pak Basuki Tjahaja Purnama jabatannya Komut/komisaris independen,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kantor

Fajriyah menjelaskan, dalam peraturan Menteri BUMN dijelaskan bahwa dalam suatu perusahaan pelat merah harus memiliki komisaris independen dengan komposisi sebanyak 20 persen.

Saat ini, lanjut Fajriyah, di tubuh Pertamina hanya ada satu orang yang mengisi posisi komisaris independen.

Atas dasar itu, Ahok diangkat juga menjadi komisaris independen.

“Which is Pertamina sekarang sudah punya Alexander Lei komisaris independen.

Sekarang ditambah satu lagi, Pak Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Independen juga. Sudah mencukupi sesuai dengan peraturan,” kata Fajriyah.

Selain pengangkatan Ahok, Pertamina juga mencopot posisi Suhasil Nazara sebagai komisaris.

Suhasil sendiri saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Sebagai penggantinya, Kementerian BUMN mengangkat Isa Rachmatawarta. Dia merupakan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.

 Berikut susunan dewan direksi dan komisaris PT Pertamina yang baru.

 Dewan Komisaris

     Komisaris Utama: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

    Wakil Komisaris Utama : Budi Gunadi Sadikin

    Komisaris : Komjen Pol Condro Kirono

    Komisaris : Ego Syahrial

    Komisaris : Isa Rachmatawarta

    Komisaris : Alexander Lay

    Komisaris: Ahok

 Dewan Direksi

   Direktur Utama : Nicke Widyawati

    Direktur Keuangan : Emma Sri Hartini

    Direktur Hulu : Dharmawan Samsu

    Direktur Pengolahan : Budi Santoso Syarif

    Direktur Pemasaran Koorporat: Basuki Trikora Putra

    Direktur Pemasaran Ritel: Mas'ud Khamid

    Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur : Gandhi Sriwidodo

    Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia: Ignatius Tallulembang

    Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko : Heru Setiawan

    Direktur Sumber Daya Manusia (SDM): Koeshartanto

Pengacara Hotman Paris Diserbu Para Pramugari Ternyata Ini Alasannya Sebut Nama Erick Thohir

Simak Begini Tata Cara & Niat Salat Gerhana Matahari Cincin Kamis 26/12/2019 Jangan Sampai Salah

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini 24 Desember 2019 Malam Natal Gemini Bahagia Libra Nyosor Zodiakmu?

Siap-siap Nonton Deretan Film dan Serial Original Netflix yang Tayang Januari 2020

Berkunjung ke Jepang, Penampilan Terbaru Menhan Prabowo Bikin Pangling, Lihat Foto-fotonya!

    Direktur Manajemen Aset: M Haryo Yunianto

Dapat Tugas dari Presiden Jokowi

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyempatkan diri meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama ( TPPI) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Di kilang tersebut, Jokowi menginstruksikan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membereskan masalah TPPI kurang dari 3 tahun.

"Sekarang, saya minta kepada Menteri BUMN, Direktur Utama dan Komisaris Utama Pertamina agar menyelesaikan pembangunan kilang ini tidak lebih dari tiga tahun," kata Jokowi seperti dikutip Kompas.com dari akun Instagram resminya, Minggu (22/12/2019).

Dia meminta penyelesaian kilang TPPI bisa dilakukan secepat mungkin. Soal bagaimana proses membereskannya, hal itu sepenuhnya diputuskan Ahok bersama Menteri BUMN dan Dirut Pertamina.

"Entah itu dengan kerja sama, entah itu dengan kekuatan sendiri," tegas Jokowi.

Mantan Walikota Solo ini berujar, dirinya sudah cukup kesal pembangunan kilang di Indonesia molor bertahun-tahun.

Padahal pembangunan kilang baru masuk dalam program Nawacita yang digagasnya.

 "Lalu kapan selesainya? Saya juga sudah cukup lama menunggu. Sudah lima tahun," ucap Jokowi.

Menurutnya, jika dari satu kilang yakni TPPI sudah beroperasi, dampaknya cukup besar menekan impor migas, sehingga bisa memperbaiki defisit neraca perdagangan.

"Apabila telah berproduksi secara penuh, TPPI berpotensi menghemat devisa hingga 4,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 56 triliun," ungkap dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor migas pada November 2019 saja mencapai 2,13 miliar dollar AS atau naik 21,6 persen dibanding Oktober 2019.

Apalagi, sambungnya, kilang TPPI tak cuma memproses BBM, tetapi juga menghasilkan produk turunan minyak atau petrokimia.

"Kilang TPPI sudah dibangun sejak lebih 20 tahun lalu, namun tersendat karena beberapa masalah," kata Jokowi.

"Setelah TPPI diakuisisi, PT Pertamina (Persero) akan membangunnya menjadi pabrik petrokimia terpadu yang dapat menghasilkan produk aromatik dan juga penghasil BBM, dari premium, pertamax, elpiji, solar, sampai kerosene. Semuanya," tambahnya.

Respon Ahok Sebelumnya, Ahok menyatakan perlu gerak cepat membereskan masalah TPPI agar impor BBM tak semakin membebani neraca.

"Pesan Bapak Presiden Jokowi sangat jelas, segera menuntaskan pengembangan Kawasan TPPI menjadi industri petrokimia nasional yang nanti akan menghasilkan beragam produk turunan petrokimia dan produk BBM," kata Ahok.

Selesainya proyek ini bakal mengurangi impor migas Indonesia secara signifikan.

Selain BBM, TPPI juga jadi tumpuan industri petrokimia yang menghasilkan banyak produk turunan migas.

"Pengembangan ini dapat membantu mengurangi impor bahan baku agar negara tidak mengalami defisit kembali," ujar Ahok.

Selain itu, sebagai upaya menyelamatkan APBN, mantan Bupati Belitung Timur ini juga bertekad mengurangi penyalahgunaan subsidi BBM.

"Selain itu, saya menghimbau untuk semua pihak agar tidak menyalahgunakan subsidi bahan bakar yang diberikan. Mari bantu kami untuk menjaga uang negara demi kesejahteraan negara," ucap Ahok.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul https://money.kompas.com/read/2019/12/23/173830126/ahok-dapat-jabatan-baru-di-pertamina-apa-itu?_ga=2.40339818.930215596.1576403893-1510655198.1575790952

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved